Ilustrasi calon siswa didampingi orang tua melakukan proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA melalui sistem zonasi. ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Ilustrasi calon siswa didampingi orang tua melakukan proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA melalui sistem zonasi. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Jalur Zonasi Masuk SMP Banyak Keluhan

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Gana Buana • 19 Juni 2019 15:31
Bekasi:Jalur zonasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP Negeri di Kota Bekasi banyak dikeluhkan warga. Terutama, mereka yang berdomisili jauh dari fasilitas pendidikan di sekitar rumahnya.
 
Salah seorang warga Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mengeluhkan sistem melalui jalur zonasi. Ia pesimistis anak bungsunya bisa diterima di SMP Negeri 9 Kota Bekasi.
 
“Jarak sekolah dengan rumah sekitar 1 kilometer. Itu yang terdekat, sementara pendaftar yang rumahnya lebih dekat itu banyak sekali,” ungkap Wasli saat dihubungi, Rabu, 19 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wasli, kebijakan baru zonasi umum yang menitik beratkan jarak sebagai penentu penerimaan siswa sangat merugikan warga. Apalagi warga yang tinggal jauh dari sekolah. Apalagi, di pilihan sekolah lainnya, jarak rumahnya tetap lebih jauh.
 
“Lebih baik seperti dulu, penerimaan berdasarkan nilai, jadi ada acuan sekolah yang dituju disesuaikan dengan capaian nilai ujian anak,” katanya.
 
Baca: Mendikbud Sesalkan Orangtua Antre dan Menginap di Sekolah
 
Saat ini, kata Wasli, dirinya tetap berharap pada sekolah negeri sebagai tempat anak-anaknya sekolah. Sehingga, Ia berharap ke depan pemerintah bisa memperbaiki sistem PPDB.
 
“Kalau mau tambahkan kuota di jalur prestasi, atau perbanyak sekolah negeri yang ada agar warga tidak terfasilitasi,” kata dia.
 
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan tahun ini pihaknya merealisasikan kehadiran enam unit SMP Negeri baru. Namun meski telah menambah enam Unit Sekolah Baru (USB), daya serap SMP negeri di Kota Bekasi masih terbilang minim.
 
“Sekarang kan baru bisa menampung sekitar 31% lulusan SD dari 56 SMP Negeri yang sudah ada,” kata dia.
 
Meski demikian, Inay mengakui daya serap lulusan SD masih sangat rendah. Berdasarkan data, jumlah lulusan SD di Kota Bekasi pada tahun 2019 berkisar 43.000 siswa. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 14.000 siswa.
 
Menurut Inayatullah, enam SMP negeri tersebut siap menerima peserta didik baru angkatan perdananya mulai tahun ini. Pada tahap awal, keenam sekolah baru tersebut membuka tiga rombongan belajar. Masing-masing rombel terdiri dari 36-40 siswa.
 
“Keenam sekolah baru tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Jatiasih, dan Pondok Melati,” kata dia.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif