Mendikbud, Muhadjir Effendy berfoto bersama peserta Lokakarya Nasional memperingati Hari Guru se-Dunia 2018, di Jakarta, Humas Kemendikbud.
Mendikbud, Muhadjir Effendy berfoto bersama peserta Lokakarya Nasional memperingati Hari Guru se-Dunia 2018, di Jakarta, Humas Kemendikbud.

Dunia Kekurangan 69 Juta Guru

Pendidikan Kekurangan Guru
Citra Larasati • 02 Oktober 2018 13:52
Jakarta: Dunia tengah menghadapi tantangan terbesar di dunia pendidikan, yakni kekurangan jumlah guru. Selain itu, diperkirakan ada 264 juta anak dan remaja masih putus sekolah di seluruh dunia.
 
Berdasarkan data UNESCO Institute of Statistics (UIS), secara global, dunia membutuhkan 69 juta guru jika ingin mencapai pendidikan dasar dan menengah universal pada tahun 2030. "Tantangan terbesar di seluruh dunia adalah kekurangan jumlah guru," kataMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy saat Lokakarya Nasional bertema "Hak Atas Pendidikan, Berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas" di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.
 
Kesenjangan akan jumlah guru, banyak terjadi pada populasi rentan.Seperti di kalangan anak perempuan, anak-anak cacat, pengungsi, dan migran, miskin yang tinggal di daerah pedesaan atau terpencil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak hanya persoalan guru, diperkirakan ada 264 juta anak dan remaja yang masih putus sekolah di seluruh dunia," sebut Muhadjir.
 
Lokakarya tersebut digelar dalam rangka Peringatan Hari Guru se-Dunia (World Teacher's Day 2018) yang diperingati 5 Oktober setiap tahunnya. Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta.
 
Baca:Kemendikbud Siapkan Pedoman Penyelenggaraan Zonasi
 
Peringatan Hari Guru se-Dunia tahun ini menekankan pembahasan pada empat hal. Di antaranya kisah sukses sekolah atau komunitas. Di mana guru telah membuat perbedaan bagi anak-anak yang terpinggirkan, atau rentan yang hidup dalam situasi darurat atau krisis.
 
Kemudian, contoh bagaimana negara telah berhasil menyebarkan guru yang terlatih dan berkualitas ke daerah terpencil atau pedesaan. Lalu pemerintah, organisasi guru, dan sektor swasta, dapat bekerja bersama untuk memobilisasi pembiayaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perekrutan, dan pelatihan guru.
 
"Terakhir, pendekatan inovatif untuk menjaga guru termotivasi untuk tetap dalam profesi dan untuk meningkatkan kualitas pengajaran," sebut Muhadjir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif