Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

UPI Kukuhkan 7 Guru Besar Baru

Antara • 23 November 2021 17:48

Dari penelitiannya, dia mengatakan akar dari kacang beludru bersifat termogenik, anthelmintik, diuretik, dan dapat menurunkan demam. Selain itu, daunnya pun menurutnya dapat menyembuhkan peradangan.
 
Yang paling utama, kacang beludru itu diyakini dapat mengatasi gejala-gejala penyakit parkinson. Hal tersebut, menurutnya telah dibuktikan melalui uji farmakologi oleh berbagai peneliti.
 
"Oleh karena itu, kacang beludru dapat dikatakan kacang ajaib yang berperan penting dalam banyak aspek hidup. Pada yang mengalami gangguan defisien dopamine, kacang beludru dapat menjadi alternatif untuk memperbaikinya," kata Ratnaningsih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Ratnaningsih, Dadang Dahlan juga menyampaikan hasil risetnya dengan judul Pedagogi Ekonomi dari Perspektif Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi di Sekolah Menengah Atas.
 
Menurut Dadang, di abad ke-21 ini kehidupan ekonomi, individu dan masyarakat menghadapi masalah kelangkaan dalam memutuskan bagaimana mengalokasikan pendapatan mereka. "Untuk dapat melakukan pilihan secara cerdas, diperlukan literasi ekonomi dan kemampuan untuk mengambil keputusan," katanya.
 
Baca: Kabar Gembira! Program D2 Jalur Cepat Mulai Dibuka Tahun Depan
 
Menurutnya, kini diperlukan pedagogi ekonomi yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pedagogi yang dimaksud adalah pedagogi praktis (practical pedagogy) atau pedagogi produktif, yang kajiannya antara lain mencakup perencanaan pembelajaran; model/strategi/metode pembelajaran; evaluasi pembelajaran.
 
Kemudian riset dengan judul Mewujudkan Pembelajaran Kimia Ideal Berwawasan Global Berbasis Kearifan Nasional Melalui R-A-D-E-C Untuk Membentuk Manusia Indonesia Masa Depan disampaikan oleh Prof Wahyu Sopandi.
 
Dalam risetnya, Wahyu menyebutkan adanya sejumlah hambatan dalam metode pembelajaran kimia bagi peserta didik, mulai dari kurang intensnya pembelajaran hingga menurunnya minat peserta didik.
 
Sehingga, dia mengatakan belajar kimia yang utuh ini harus meliputi level makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Salah satu cara yang dapat dipilih untuk membelajarkan peserta didik mengenai ketiga level tersebut dengan pertama-tama menunjukkan fenomena.
 
"Pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah-sekolah dalam rangka pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan jaman. Apa yang diperlukan sekarang dan masa yang akan datang dalam kehidupan peserta didik perlu dibekalkan pada mereka," kata Wahyu.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif