"Panduan penilaian untuk semester yang lalu sudah ada. Cuma komunikasi dan sosialisasinya harus kita tingkatkan lagi dan sekarang kita berusaha supaya itu terintegrasi di Dapodik," kata Nino kepada Medcom.id, Selasa, 15 Februari 2022.
Nino menuturkan rapor dalam Kurikulum Merdeka akan dibuat sederhana. Dia menjelaskan satu mata pelajaran cukup dibuat satu penilaian akhir.
Artinya, guru tak lagi dibebankan mengisi berbagai macam penilaian. Melainkan, hanya nilai akhir saja.
"Jadi, lebih sederhana dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Harapannya mengurangi beban administrasi guru. Sekarang kita percayakan pada guru proses penilaian itu, kita beri panduan," sebut Nino.
Begitu pula dalam laporan pembelajaran siswa yang dikirimkan ke Kemendikbudristek. Nilai peserta didik tidak perlu lagi dirinci seperti kurikulum sebelumnya.
"Seperti ulangan harian satu, ulangan harian dua, ujian semester itu enggak perlu dilaporkan ke kita. Kita percaya guru punya otonomi dan kemampuan profesional melakukan penilaian, cukup laporkan ke Kemendikbudristek hasil akhirnya," tutur dia.
Baca: Mengurai Wajah Kurikulum Merdeka: Saatnya Kembali ke Jantung Pendidikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News