Ketua Departemen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, Henry Praherdhiono. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Ketua Departemen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, Henry Praherdhiono. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Disparitas Dinilai Bukan Kendala Pembelajaran Digital

Ilham Pratama Putra • 06 April 2022 09:48
Jakarta: Disparitas antar wilayah di Indonesia kerap menjadi kendala mengadopsi teknologi digital untuk dunia pendidikan. Akses internet sebagai pendukung pembelajaran digital juga masih sulit dijangkau di sejumlah wilayah.
 
Namun, Ketua Departemen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, Henry Praherdhiono, menyebut hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan tak menjalankan pembelajaran digital. Terpenting, semangat memfasilitasi pendidikan.
 
"Yang pertama kita harus punya dulu semangat untuk bagaimana memfasilitasi orang dapat belajar, bagaimana meningkatkan perfoma orang," kata Henry dalam siaran podcast Dikti Menyapa, dikutip Rabu, 6 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut satuan pendidikan tinggal memilih model pembelajaran yang ada bila sudah memiliki semangat. Model pembelajaran itu, yakni blended learning, hybrid learning, seamless learning, hingga metaverse learning.
 
"Jadi, kalau sudah semangat silakan mulai dari empat model itu. Dan itu tidak ada masalah asal sudah ada semangat memfasilitasi tadi," tutur dia.
 
Henry menjelaskan di daerah terpencil empat model pembelajaran itu bisa diterapkan. Satuan pendidikan bisa mencari cara bila mengalami kendala internet.
 
"Jangan selalu berpikir internet ini harus dari provider. Tapi, kita bisa mulai bikin Local Area Network (LAN) kita bangun kecil-kecilan. Kemudian powernya, listriknya, kalau matahari bisa menjadi semua energi ya kita manfaatkan," papar dia.
 
Baca: Perguruan Tinggi Mesti Adopsi Berbagai Model Belajar Digital
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif