Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Penerapan Kurikulum Prototype Diminta Perhatikan Kesiapan Guru

Antara • 21 Januari 2022 16:12
Jakarta: Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Nisaaul Muthiah mengatakan penerapan Kurikulum Prototype 2022 harus memperhatikan kesiapan guru. Kurikulum ini merupakan pengembangan dari Kurikulum Darurat. 
 
"Survei yang dilakukan oleh Kemendikbudrisetk pada awal tahun 2021 lalu menunjukkan bahwa murid yang menggunakan Kurikulum Darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik dibanding murid yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh. Maka dari itu, dikembangkan lah Kurikulum Prototype," ujar Nisa dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Meski demikian, kata dia, diperlukan studi lebih lanjut dari lembaga riset independen untuk mengetahui apakah Kurikulum Prototype ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran murid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika penerapan kurikulum tersebut benar-benar berasosiasi dengan peningkatan hasil belajar, maka implementasi kurikulum tersebut patut dilanjutkan," kata Nisa.
 
Nisa menyoroti bahwa inti dari kurikulum adalah peningkatan kualitas pendidikan. Makanya, jangan sampai pergantian kurikulum tidak dilandasi dengan semangat tersebut.
 
Baca: Fleksibilitas Kurikulum Prototype 2022 Dinilai Bakal Merepotkan Sekolah
 
"Sejak merdeka, Indonesia telah menerapkan lebih dari sepuluh kurikulum. Namun, data Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan adanya stagnasi kualitas pendidikan di Indonesia. Artinya, berbagai perubahan kurikulum yang telah dilakukan selama ini belum mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang ada," jelas Nisa.
 
Ia menilai perlu perbaikan yang terintegrasi pada faktor-faktor pendukung lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bukan hanya kurikulum saja, namun juga kualitas guru, sekolah, kesiapan sarana prasarana pendidikan, dan aspek-aspek lainnya.
 
"Selama ini, perbaikan kurikulum belum mampu meningkatkan kualitas pendidikan karena faktor-faktor lainnya belum siap," terang dia.
 
Dia juga mengingatkan penerapan Kurikulum Prototype yang dimulai pada 2022 di sejumlah Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan itu harus memperhatikan kesiapan dari guru.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif