Belanja bareng dan donasi pendidikan santri.
Belanja bareng dan donasi pendidikan santri.

UNICEF: Ada 2 Juta Anak Difabel di Indonesia, Mayoritas Rawan Keterbatasan Akses Pendidikan

Citra Larasati • 11 Maret 2026 17:53
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data UNICEF, ada hingga 2 juta anak penyandang disabilitas di Indonesia.
  • Banyak di antara kelompok rentan ini yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesejahteraan
  • Prochiz mempertegas komitmennya terhadap upaya peningkatan inklusivitas pendidikan.
Jakarta:  Berdasarkan data UNICEF, ada hingga 2 juta anak penyandang disabilitas di Indonesia. Banyak di antara kelompok rentan ini yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesejahteraan, sehingga pentingnya program seperti ini untuk mengurangi kesenjangan sosial.
 
Untuk itu, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) dan PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) melalui brand Prochiz, memperkuat komitmen inklusivitasnya melalui aksi nyata bagi kelompok rentan. Kedua perusahaan asli Indonesia ini berkolaborasi dengan Sekolah Relawan, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Belanja Bareng dan Donasi Pendidikan Santri Istimewa” yang berlangsung di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.  
 
Kegiatan belanja bersama dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sekaligus bantuan materiil bagi 100 santri dan anak yatim istimewa dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Para peserta berasal dari sejumlah pondok pesantren dan yayasan inklusi di wilayah Jabodetabek, di antaranya adalah Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin dan Yayasan Sayap Ibu, Tangerang Selatan serta Yayasan Peduli Kesejahteraan Yatim Disabilitas Islam Indonesia (YPKYDII), Jakarta.

Tidak hanya memberikan santunan individu, Mulia Boga Raya (MBR), anak perusahaan Garudafood melalui brand Prochiz, mempertegas komitmennya terhadap upaya peningkatan inklusivitas pendidikan. Prochiz menyalurkan bantuan pendidikan dengan total nilai Rp30 juta kepada pondok pesantren dan yayasan inklusi tempat belajar para peserta. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan inklusif, seperti kursi roda, Al-Qur’an braille, dan media pembelajaran inklusif lainnya.
 
Langkah ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi kelompok rentan di Indonesia. Sejumlah organisasi kemanusiaan di Indonesia memperkirakan terdapat sekitar 4 juta anak yatim-piatu.
 
Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood Group, Dian Astriana, menyebutkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari dedikasi perusahaan terhadap pendidikan dan kesejahteraan sosial.
 
"Garudafood berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan. Melalui program ‘Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa’ ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi kelompok rentan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan Idulfitri 1447 H," ujar Dian Astriana. 
 
Adapun masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp500.000 yang dapat digunakan secara bebas untuk membeli kebutuhan Lebaran, seperti pakaian baru atau perlengkapan sekolah. Langkah ini diambil agar santri dan anak yatim dapat merasakan euforia menyambut hari kemenangan dengan sukacita yang sama seperti anak-anak lainnya.
 
Rani Alfiani, Executive Director Sekolah Relawan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, program "Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa” memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi kepercayaan diri anak-anak.
 
"Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Garudafood dan Prochiz yang tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan hak 'pengalaman' kepada santri dan anak yatim istimewa," terangnya.
 
Bagi mereka, kesempatan memilih sendiri baju Lebaran adalah bentuk penghargaan atas kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem sosial yang inklusif dan memanusiakan manusia," tutur Rani Alfiani. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan