PGRI Ogah Terlibat Politik Praktis

Ketum PGRI Keberatan KSPI Masih Jual Nama Pengurusnya

Citra Larasati 07 Agustus 2018 16:16 WIB
Politisasi Guru
Ketum PGRI Keberatan KSPI Masih Jual Nama Pengurusnya
Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan keberatan atas masih dicantumkannya nama sejumlah pengurus ke dalam kegiatan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).  Organisasi profesi guru beranggotakan tiga juta guru tersebut menegaskan sikap independen, nonpartisan dan tidak terafiliasi dengan partai politik manapun dalam menyambut pesta demokrasi yang akan digelar serentak pada 2019 mendatang. 

"PGRI berdiri di atas semua golongan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.  Kami juga bersikap independan, dan nonpartisan, tidak menjadi bagian, apalagi terafiliasi ke parpol, serta tidak berpolitik praktis," tegas Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi saat jumpa pers "Pernyataan SIkap PGRI Jelang Pilpres, Pileg, dan Pemilihan Anggota DPD RI di 2019" di Ruang Indonesia, Gedung Guru, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.


Pernyataan Unifah salah satunya disampaikan menanggapi perkembangan politik yang terjadi menjelang pemilihan presiden, legislatif, DPD RI serentak di 2019.  Terutama munculnya surat KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) bernomor 167, tertanggal 31 Juli 2018 lalu, tentang pemberitahuan akan adanya aksi pernyataan pendapat.

Dalam aksi itu, KSPI sekaligus mengantar Prabowo Subianto mendaftar sebagai Calon Presiden ke Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum), pada 10 Agustus 2018.  Di dalam surat KSPI tersebut, menurut Unifah, masih mencantumkan sejumlah nama pengurus PGRI terafiliasi dan mendukung aksi yang digagas KSPI itu.   "Kami menyatakan keberatan," tegas Unifah. 

Pasalnya, Unifah telah secara resmi dan terbuka menyatakan organisasi profesi guru yang dipimpinnya ini tidak lagi terafiliasi dengan KSPI. Terutama setelah KSPI menyatakan sikap politiknya untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pada Pilpres mendatang.

Baca: KSPI Minta Jatah Menteri ke Prabowo

PGRI menyatakan tidak bertanggungjawab dengan nama-nama yang tertera di pojok surat pemberitahuan tersebut.  "Karena kami telah menyatakan keluar dan tidak terafiliasi lagi (dengan KSPI) sejak 4 Mei 2018 lalu.  Kami ingin kembali ke khitah organisasi yang menjunjung tinggi independensi dan nonpartisan," tandas Unifah.

Untuk itu, Ia meminta mulai hari ini, Selasa, 7 Agustus 2018 KSPI tidak boleh lagi mencantumkan atau menyertakan atribut PGRI dalam seluruh kegiatannya.  "Baik itu logo,lambang, seragam, bendera, dan lainnya, tidak boleh lagi digunakan," ungkap Unifah.

Unifah meminta KSPI dan PGRI saling menghormati pilihan sikap masing-masing organisasi dalam menyikapi pesta demokrasi 2019 mendatang.  "Jika setelah penrnyataan ini dibuat, KSPI masih menyertakan segala hal tentang PGRI dalam kegiatan KSPI, maka Kami akan menggunakan langkah-langkah hukum untuk menyelesaikannya," tegas Unifah.

Untuk diketahui, KSPI yang dipimpin oleh Said Iqbal akan mengerahkan 20.000 anggotanya untuk melakukan aksi penyampaian pendapat, sekaligus mengantar dan mengawal Prabowo Subianto yang akan mendaftarkan diri sebaga calon presiden dan wakilnya ke KPU pada Jumat, 10 Agustus 2018.  Aksi buruh tersebut diawali dengan longmarchdari Surabaya pada 4 Agustus dan akan berakhir di Jakarta pada 10 Agustus  2018.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id