Suasana PPDB di salah satu sekolah di Depok, MI/Bary Fathahilah.
Suasana PPDB di salah satu sekolah di Depok, MI/Bary Fathahilah.

Depok Terapkan Sistem Zonasi Berkeadilan di PPDB

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Octavianus Dwi Sutrisno • 13 Juni 2019 17:21
Depok: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2019/2020 mulai dibuka Dinas Pendidikan Kota Depok melalui sistem zonasi per tanggal 4-5 Juli 2019. Depok akan menerapkan sistem zonasi berkeadilan dalam PPDB tahun ini.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Mohammad Thamrin mengatakan, penerapan PPDB 2019 untuk SMPN di Kota Depok rencananya akan menerapkan sistem zonasi yang berkeadilan. "Zonasi berkeadilan yakni anak didik yang akan diterima di SMPN, pertama dilihat dari hasil ujian dengan nilai terbaik, lalu dilihat juga prestasi nonakademik yang dimiliki seperti prestasi olahraga atau kesenian di tingkat daerah maupun nasional yang dibuktikan dengan piagam penghargaan," kata Thamrin, di Depok, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Baca:Ganjar Usul Aturan Zonasi di PPDB Direvisi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Depok, Mulyadi menuturkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB, bahwa penerimaan siswa baru harus berbasis perhitungan jarak antara domisili dengan sekolah dengan kuota sebesar 90 persen.
 
"Metode yang digunakan yaitu scoring dari 10 hingga 100 tergantung jarak dari rumah ke sekolah yang dituju," ucap Mulyadi.
 
Sementara itu, untuk persyaratan umum bagi siswa yang mendaftar, wajib melampirkan fotokopi Sertifikat Hasil Ujian (SHU) Sekolah, Kartu Keluarga (KK) sebelum 31 Desember 2019, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi yang sudah memilikinya.
 
Mulyadi menerangkan, pendaftaran zonasi di Depok terbagi dalam enam jalur, yaitu prasejahtera 20 persen anak berkebutuhan khusus lima persen, anak pendidik dan tenaga kependidikan lima persen.
 
"Untuk luar kota, tiga persen, prestasi lokal tujuh persen sedangkan zonasi reguler 50 persen," terangnya.
 
Selanjutnya, kuota prestasi lokal terdapat penambahan menjadi tujuh persen, yaitu dua persen untuk prestasi akademik dan lima persen nonakademik.
 
"Penambahan kuota tersebut sebagai wujud penghargaan kami dalam menghargai prestasi para pelajar di Kota Depok," paparnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif