Pembukaan Rakernas 2019, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 3 Desember 2018, Kautsar Widya Prabowo.
Pembukaan Rakernas 2019, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 3 Desember 2018, Kautsar Widya Prabowo.

Menristekdikti Instruksikan Pengurusan Izin Prodi Tidak Dipersulit

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Kautsar Widya Prabowo • 03 Januari 2019 19:10
Semarang: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrisetkdikti) Mohamad Nasirmeminta kepada jajaran pejabat Kemenristekdikti hingga pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk serius menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi dalam mengembangkan SDM. Salah satunya dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi.
 
"Benahi kebijakan-kebijakan yang mempersulit izin pengurusan fakultas dan prodi, agar inovasi bisa muncul," kata Nasirdalam pembukaan Rakernas 2019, di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 3 Desember 2018.
 
Amanah Presiden Jokowi menginginkan SDM Indonesia harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dari perubahan dunia atau revolusi industri 4.0. Untuk itu, Kemenristekdikti mengawali kinerja 2019 dengan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rakernas diselanggarakan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengangkat tema Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel dan Bermutu.
 
Baca:Menristekdikti Ajukan Permohonan Bebas Pajak untuk PTN-BH
 
Nasir menjelaskan Rakernas 2019 menjadi momentum untuk mempersiapkan diri dari era disrupsi atau perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat. Seperti yang terjadi dalam sektor transportasi, telekomunikasi, perhotelan, kontruksi, perbankan dan pendidikan tinggi.
 
"Rakernas 2019 mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapai disrupsi yang berdampak pada bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi," ujarnya.
 
Lebih lanjut, dalam Rakernas yang kali kelimanya digelar ini, Nasir meminta peserta dapat melakukan evaluasi dalam pencapaian 2018, serta penyampaian outlook program, kegiatan dan anggaran 2019. Serta menyusun langkah - langkah strategis Kemenristekdikti dalam menghadapi tantangan pembangunan terkait pengembangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel dan bermutu.
 
Sementara itu, Setjen Kemenristekdikti Ainun Naim menjelaskan tema yang diangkat sesuai dengan sifat perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan tuntutan inovasi. Di mana membutuhkan fleksibilitas dan keterbukaan yang lebih tinggi.
 
"Adanya fleksibilitas itu akan memicu kreativitas dan kalau dikelola dengan baik akan menghasilkan inovasi - inovasi," imbuhnya.
 
Rakernas 2019 tersebut turut dihadiri oleh Sekertaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono, Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama, Ketua Panita Khusus (Pansus) RUU Sisnas-Iptek Daryatmo Mardiyanto, serta rektor - rektor Perguruan Negari Tinggi (PTN), Direktur Politeknik Negeri.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif