AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN 2026 digelar pada 29-30 September 2026 di Magelang, Jawa Tengah. Konferensi perdana ini diikuti 301 pelajar dari 31 provinsi di Indonesia, termasuk siswa dari enam SMA Taruna Nusantara dan 40 sekolah non-Taruna Nusantara.
Mengusung tema “From Taruna Nusantara to the Global Stage”, konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya SMA Taruna Nusantara memberikan pengalaman diplomasi dan wawasan internasional kepada pelajar sejak bangku sekolah.
"AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN akan menjadi agenda tahunan. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut ditargetkan berkembang menjadi konferensi bertaraf internasional," kata
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayor Jenderal TNI M.I. Gogor dalam keterangan tertulis Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam konferensi ini, peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi menjalani simulasi proses diplomasi seperti yang berlangsung dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Para peserta melakukan riset terhadap isu, menyampaikan posisi negara yang mereka wakili, bernegosiasi dengan delegasi lain, hingga menyusun Draft Resolutions untuk mencari solusi bersama.
Kegiatan ini diselenggarakan SMA Taruna Nusantara berkolaborasi dengan International Global Network (IGN). IGN sendiri diketahui merupakan organisasi pendidikan yang memiliki program Model United Nations berskala internasional.
IGN menaungi antara lain Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) dan Asia World Model United Nations (AWMUN). Kedua program tersebut disebut telah diikuti lebih dari 30 ribu delegasi dari lebih dari 180 negara.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayor Jenderal TNI M.I. Gogor. Foto: IGN
Dalam AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN 2026, peserta dibagi ke dalam tiga dewan dengan isu berbeda. International Labour Organization (ILO) membahas persoalan stigma dan diskriminasi terhadap pekerja dengan penyakit kronis dan penyandang disabilitas.
United Nations Human Rights Council (UNHRC) membahas isu hukuman mati dari perspektif hak asasi manusia, keadilan, dan perlindungan terhadap kehidupan. Sementara itu, Disarmament and International Security Committee (DISEC) membahas upaya meredakan ketegangan antara Kamboja dan Thailand serta membangun perdamaian dan keamanan regional.
Gogor berharap pengalaman tersebut dapat membekali siswa menghadapi dunia yang semakin saling terhubung. Pengalaman itu juga dapat mendukung daya saing siswa di panggung global.
“Melalui dialog, kolaborasi, dan kesempatan untuk memahami beragam perspektif, kalian akan memperkuat keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang kompleks,” ujar Gogor.
Sementara itu, President of International Global Network (IGN) Muhammad Fahrizal menilai pengalaman mengikuti forum diplomasi sejak sekolah dapat menjadi bagian dari proses pembentukan calon pemimpin masa depan. “SMA Taruna Nusantara bukan hanya tempat untuk mencapai keunggulan akademik. Lebih dari itu, Taruna Nusantara memiliki visi untuk membentuk pemimpin bangsa yang berkualitas dan berkarakter,” kata Fahrizal.
Ia mengatakan pengalaman dalam MUN memberikan ruang bagi peserta untuk belajar memilih dialog, memahami perspektif berbeda, dan mengubah gagasan menjadi solusi. Penyelenggaraan MUN di Taruna Nusantara diharapkan menjadi salah satu sarana memperluas pengalaman internasional siswa.
"Jika rencana pengembangan terealisasi, forum yang dimulai dengan mempertemukan pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut akan diarahkan menjadi panggung yang mempertemukan peserta dari berbagai negara," ujar Fahrizal.