Kaindra, murid kelas 6 SDIT Bina Bangsa Sejahtera Kota Bogor yang mengikuti bidang Sains, mengaku harus menjalani latihan soal secara intensif selama persiapan. Ia juga mengikuti pembinaan secara daring dan luring serta mendapat dukungan dari orang tua. Sebelumnya, Kaindra meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Sains jenjang SD. Pengalaman tersebut, menurutnya, membantu membangun kebiasaan belajar secara disiplin dan teratur.
“Senang sama bangga,” ujar Kaindra ketika mengetahui dirinya terpilih mewakili Indonesia di IMSO-23. Ia juga berpesan kepada teman-temannya yang tertarik pada sains tetapi belum percaya diri mengikuti kompetisi agar berani mencoba.
“Dicobain dulu belajar sains atau ikut kompetisinya. Kalau lumayan suka, coba ikutin,” katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu, 4 Oktober 2026.
Cerita serupa datang dari Aiden Gracio, murid kelas 6 SD Witama Nasional Plus Srikandi Pekanbaru yang mengikuti bidang matematika. Untuk sampai ke IMSO-23, Aiden mengikuti tiga tahap seleksi, mulai dari seleksi daring hingga seleksi luring yang dilengkapi latihan dan simulasi. Ia juga merupakan peraih medali emas sekaligus the best overall OSN bidang matematika jenjang SD.
Dalam menghadapi soal yang dirasanya sulit, Aiden memilih mengerjakan soal dengan tipe serupa tetapi tingkat kesulitannya lebih rendah. Setelah memahami idenya, ia kemudian mengembangkannya untuk menyelesaikan soal yang lebih menantang. “Jangan takut untuk mencoba. Yang penting, kamu dapat penambahan ilmu. Jangan takut hasilnya, tapi cobalah mengikuti saja dulu biar kita dapat banyak ilmu pengetahuan,” tutur Aiden.
Team Leader Indonesia untuk IMSO-23, Muchammad Fachri, mengatakan para peserta merupakan murid berprestasi yang sebagian di antaranya merupakan peraih medali emas OSN. Proses seleksi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu dua tahap daring dan satu tahap luring. Dari proses tersebut terpilih sekitar 30 peserta, ditambah peraih medali emas OSN sehingga keseluruhan tim pembinaan berjumlah 63 peserta, terdiri atas 32 peserta matematika dan 31 peserta sains.
Fachri menjelaskan, tantangan peserta tidak hanya terletak pada penguasaan materi. Materi olimpiade memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan materi sekolah. Peserta juga dituntut memahami dan menjawab soal dalam bahasa Inggris serta menjalani karantina selama lebih dari satu minggu jauh dari orang tua.
IMSO ke-23. Foto: BKHM
Di tengah tantangan tersebut, semangat belajar peserta menjadi hal yang membanggakan. Para peserta mendapatkan materi sesuai silabus dari pengajar berbagai institusi serta pelatih olimpiade. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengerjakan soal hingga tim pembina perlu menyiapkan banyak bahan latihan.
“Harapan saya dan kami semua dari tim Indonesia adalah peserta dapat meraih prestasi terbaik di IMSO-23. Dari seluruh proses yang sudah dilakukan, mulai dari tahap seleksi hingga karantina, kami berharap dapat meraih medali emas, baik di bidang sains maupun matematika. Mudah-mudahan juga ada peserta yang mendapatkan best overall , best theory , best exploration , atau best experiment . Kami juga berharap IMSO-23 menjadi salah satu ajang terbaik yang menghasilkan juara-juara dari tim Indonesia,” ujar Fachri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa upaya tersebut sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang tengah berfokus meningkatkan pendidikan STEM ( Science, Technology, Engineering, and Mathematics ).
“Melalui ajang ini, kami berharap lahir generasi ilmuwan baru, para pelajar cerdas yang tidak hanya unggul di bidang sains dan matematika, tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Hal ini juga mendukung prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan karakter,” pungkasnya.
Melalui IMSO-23, Kaindra, Aiden, dan para peserta lainnya tidak hanya membawa harapan untuk meraih prestasi, tetapi juga pengalaman belajar, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat untuk terus mencoba. Bagi mereka, kompetisi menjadi ruang untuk menambah pengetahuan sekaligus mengembangkan potensi.