Para peserta tidak hanya berdebat. Mereka dituntut melakukan riset, menyampaikan argumen, bernegosiasi, hingga menyusun rancangan resolusi seperti dalam persidangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
AYIMUN Chapter Cibubur ini digelar pada 26-27 September 2026 di Trans Hotel Jakarta. Ratusan pelajar itu berasal dari 11 provinsi di Indonesia, di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Riau, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara.
Dalam simulasi tersebut, peserta membahas sejumlah persoalan global melalui dua dewan utama. Economic and Social Council (ECOSOC) membahas isu kemiskinan antargenerasi, sedangkan International Labour Organisation (ILO) mendiskusikan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bertanggung jawab di dunia kerja.
Baca Juga :
Dari Lomba Debat ke Forum Dunia, 15 Pelajar Indonesia Disiapkan untuk AYIMUN Kuala Lumpur
"Dunia tidak hanya membutuhkan anak muda yang mendapatkan nilai akademik tinggi. Dunia membutuhkan anak muda yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan jelas, bekerja sama dengan orang lain, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab," kata Fahrizal dalam keterangannya, Rabu 30 September 2026.
Menurut dia, pengalaman mengikuti MUN dapat menjadi latihan bagi peserta untuk menghadapi persoalan yang membutuhkan kemampuan komunikasi. Termasuk mengasah kemampuan kolaborasi, dan pengambilan keputusan.
Peserta AYIMUN Cibubur. Foto: Dok IGN
Dalam konferensi tersebut, peserta mengikuti sejumlah tahapan simulasi sidang PBB. Mereka berdiskusi, melakukan negosiasi dengan delegasi lain, hingga menyusun Draft Resolutions atau rancangan resolusi.
Setiap sesi didampingi chairs atau fasilitator yang bertugas mengarahkan jalannya persidangan. Fasilitator berasal dari Indonesia, Thailand, dan Filipina.
Topik yang dibahas peserta juga berkaitan dengan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat global. Dalam forum ECOSOC, peserta mengangkat tema "Breaking Chains: Tackling Intergenerational Poverty from Its Roots".
Dalam forum ECOSO pelajar diarahkan untuk mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan yang dapat berlangsung lintas generasi serta upaya memutus rantai tersebut. Sementara itu, forum ILO mengangkat tema Ethical Innovation: Ensuring the Responsible Integration of Artificial Intelligence into the Labor Market.
"Isu tersebut membawa peserta pada perdebatan mengenai bagaimana perkembangan AI dapat diintegrasikan ke dunia kerja tanpa mengabaikan aspek tanggung jawab dan kepentingan pekerja," ungkapnya. Dengan format tersebut, peserta tidak hanya dituntut mengetahui suatu isu. Tetapi juga menyusun argumentasi dan mencari solusi yang dapat diterima oleh pihak dengan kepentingan berbeda.
IGN menyebut program AYIMUN dan Asia World Model United Nations (AWMUN) telah diikuti sekitar 30 ribu delegasi dari lebih dari 180 negara. Di Indonesia, AYIMUN juga telah digelar di sejumlah kota, antara lain Kelapa Gading, Bekasi, BSD, Bandung, dan Pekanbaru.
Dua dari tiga program AYIMUN yang disebutkan penyelenggara telah memperoleh pengakuan bintang 3 dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk kategori kompetisi tingkat nasional. Setelah Cibubur, dijadwalkan AYIMUN akan digelar di Penang pada 10-11 Oktober 2026.
"Bagi peserta, forum semacam ini menjadi ruang untuk menguji kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas, mulai dari menyampaikan pendapat, memahami perspektif berbeda, melakukan negosiasi, hingga bekerja sama menyusun solusi atas suatu persoalan," pungkasnya.