Ilustrasi kartu kuning. Foto: Mychele Daniau/AFP
Ilustrasi kartu kuning. Foto: Mychele Daniau/AFP

BEM SI Kerakyatan Beri Kartu Kuning untuk Kemendiktisaintek dan Kemendikdasmen, Ini Respons Wamen Fauzan

Citra Larasati • 05 Mei 2026 14:40
Ringkasnya gini..
  • BEM SI Kerakyatan memberi 'Kartu Kuning' kepada Kemendiktisaintek dan Kemendikdasmen.
  • Kartu kuning tersebut sebagai wujud protes terhadap sejumlah isu negatif terkait dunia pendidikan tinggi.
  • Isu tersebut mulai dari rencana penutupan sejumlah prodi yang tidak relevan hingga maraknya kasus pelecehan seksual di kampus.
Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memberi “Kartu Kuning” kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemberian kartu itu diberikan saat Aksi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kompleks dua kementerian tersebut.
 
Dalam unggahan @bemsi.official tampak mahasiswa beralmamater kuning, melontarkan pernyataan di depan Wamendiktisaintek Fauzan yang menghampiri massa aksi. Ia pun mengacungkan kartu kuning yang dipegangnya kepada Fauzan.
 
"Kami ingin memberikan kartu kuning kepada dan Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek," sebut mahasiswa tersebut dikutip dari @bemsi.official, Selasa 5 Mei 2026.

Pada kesempatan itu Fauzan menanggapi kritik yang disampaikan mahasiswa. Ia menyampaikan pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan pendidikan.
 
"Mari kita bersama-sama, sebagai benteng moral, benteng etik, sehigga sauda yang ada di kampusnya masing-masing, jika ada perilaku kurang berkenan saya persilahkan saudara berkomunikasi langsung," jelas Fauzan.
 
Fauzan turut membantah sejumlah isu yang dikhawatirkan mahasiswa. Seperti, penutupan prodi yang tidak relevan dengan industri.
 
"Penataan itu tidak menutup. Penataan itu memberikan penguatan terhadap prodi," jelasnya.
 
Terkait pelecehan seksual di kampus, pemerintah kata Fauzan juga memberikan berhatian khusus. Pihaknya berkomitmen untuk memberantas tindakan nirmoral tersebut.
 
"Kementerian Pendidikan menjadi pihak pertama yang melakukan pembelaan dan perlindungan dari hal menyimpang," lanjut Fauzan.
 
Lebih lanjut, Kemendiktisaintek, kata dia, terus berupaya memajukan pendidikan Indonesia. Mulai dari upaya revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Garuda, hingga peningkatan kualitas dosen.
 
"Kita punya program yang saat ini sedang kita godok dan mudah-mudahan akan bisa direalisasikan," tutup Fauzan.
 
Baca juga:  Kampus Diminta Ikut Buka Dapur MBG, Rektor Tegaskan Tugas Utama UI Urus Pendidikan

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA