Petugas kepolisian memeriksa sampel urine mahasiswa saat gelar patroli cipta kondisi gabungan P4GN di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Petugas kepolisian memeriksa sampel urine mahasiswa saat gelar patroli cipta kondisi gabungan P4GN di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Uhamka Gandeng Kepolisian Sisir Penyalahgunaan Narkoba di Kampus

Pendidikan tes narkoba Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 13 Juli 2019 11:10
Jakarta: Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) melakukan upaya preventif pencegahan penyalahgunaan narkoba. Bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan, Uhamka gelar tes urine di lingkungan kampus.
 
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Lelly Qodariah mengatakan giat ini untuk memastikan lingkungan pendidikan bersih dan bebas dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Guna mendukung program pemerintah menuju Indonesia bebas narkoba.
 
“Kerja sama yang dibangun dengan Polres Jakarta Selatan diharapkan tidak hanya kali ini saja tapi terus berlanjut di lingkungan kampus,” kata Lelly, di Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lelly membeberkan dampak merugikan akibat konsumsi narkoba. Selain membuat seseorang menjadi tidak produktif, sakit dan tidak sehat, secara psikis, narkoba menyebabkan seseorang dapat terganggu jiwa dan mentalnya.
 
Baca juga:Temuan Mahasiswa UGM Optimalkan Pengobatan HIV/AIDS
 
Tak berhenti di situ secara yuridis, pengguna narkoba akan berhadapan dengan hukum. “Segala bentuk penyimpangan harus dijauhkan dari lingkungan kampus,” ujar dia.
 
Pada kesempatan yang sama Kasat narkoba Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengakui giat tes urine mengejutkan mahasiswa. Petugas datang secara mendadak dan langsung menginstruksikan untuk tes urine.
 
“Kami diminta oleh kampus melakukan penyisiran terhadap para mahasiswa baik laki-laki maupun perempuan untuk ikut andil dalam kegiatan tes urine ini,” papar Vivick.
 
Vivick menyebut mahasiswa Uhamka kooperatif. Mereka bahkan antusias dan melakukannya secara sukarela. Dari hasil pemeriksaan terindikasi satu mahasiswa positif amphetamine.
 
“Mahasiswa tersebut membawa obat-obatan dari dokter karena beberapa hari memang sedang sakit. Oleh tim pemeriksa mahasiswa dikembalikan ke kelas untuk melanjutkan kuliahnya pada hari ini,” pungkasnya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif