Jumpa Pers Peluncuran Kebijakan 'Kampus Merdeka' di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1). Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Jumpa Pers Peluncuran Kebijakan 'Kampus Merdeka' di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1). Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Kebijakan 'Kampus Merdeka'

'Belajar' di Luar Kampus Dua Semester Setara Bobot 40 SKS

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 24 Januari 2020 18:22
Jakarta:Kebijakan Kampus Merdeka yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim siang ini, Jumat, 24 Januari 2020 akan berdampak pada berubahnya sejumlah aturan yang selama ini berjalan di perguruan tinggi. Salah satunya adalah perubahan pada definisi dan aturan bobot pada Satuan Kredit Semester (SKS).
 
Perubahan bobot SKS ini merupakan dampak dari kebijakan keempat, yakni mahasiswa "merdeka" belajar di luar prodi dan kampus. Untuk diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudaayaan (Kemendikbud) meluncurkan empat kebijakan "Kampus Merdeka" untuk pembenahan di jenjang Pendidikan Tinggi.
 
Salah satu kebijakannya adalah menjamin hak mahasiswa untuk belajar di luar prodi dan kampus. "Dari delapan semester, mahasiswa bisa secara sukarela mengambil SKS sebanyak dua semester di luar kampusnya. Mahasiswa juga dapat mengambil SKS di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh," kata Nadiem Makarim di Gedung Kemendikbud, Jumat, 24 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nadiem, hal ini dibutuhkan untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Pasalnya, ke depan kebutuhan perusahaan maupun industri akan semakin berkembang.
 
"Saat ini mahasiswa kita hanya belajar di satu disiplin, dan satu tempat yakni kampus. Bagaimana dia bisasurvive? Kita ingin dia belajar berbagai rumpun ilmu dan tidak hanya di kampus," jelas dia.
 
Bobot SKS
 
Nadiem dalam paparan Kampus Merdeka juga menegaskan, dari kebijakan itu nantinya akan mengubah definisi Satuan Kredit Semester (SKS). Bobot SKS dalam dua semester yang diambil mahasiswa di luar kampus misalnya, akan dinilai setara dengan maksimal 40 SKS.
 
Pemberian hak ini wajib dipenuhi pihak universitas jika ada mahasiswanya yang sukarela untuk mengambil pilihan tersebut."Tidak memaksa mahasiswa, tapi jika mahasiswa mau, pihak kampus wajib memberikan hak mahasiswa," tegas Nadiem.
 
Adapun kegiatan yang dapat ditempuh mahasiswa di luar kampus di antaranya program magang, mengajar, penelitian, proyek desa, pertukaran pelajar, wirausaha, hingga studi maupun proyek indpenden. Variabel itu dipercaya semakin mempersiapkan mahasiswa ketika terjun ke lapangan kerja.
 
Mahasiswa juga dapat mengambil SKS di prodi lain, di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Namun untuk hal ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan.
 
Nadiem meminta nantinya, setiap kegiatan yang dipilih mahasiswa harus dibimbing oleh seorang dosen yang ditentukan kampusnya. Daftar kegiatan yang dapat diambil oleh mahasiswa dapat dipilih dari program yang ditentukan pemerintah dan atau program yang disetujui oleh rektornya.
 
Nadiem menerangkan bahwa paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. Dia berharap ini menjadi tahap awal untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak.
 
Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Arif Satria menambahkan, bahwa aturan teknis dari kebijakan membebaskan mahasiswa untuk belajar di luar prodi dan luar kampus selama maksimal tiga semester ini akan diatur secara terpisah oleh rektor masing-masing perguruan tinggi. Termasuk kegiatan di luar kampus yang bakal disetarakan dengan bobot maksimal 40 SKS tersebut.
 
"Nanti akan ada mata kuliah yang tidak lagi perlu diambil oleh mahasiswa jika sudah mengambil SKS di luar kampus. Terkait apa saja mata kuliahnya, nanti diatur secara tersendiri oleh masing-masing rektor perguruan tinggi," tegas Arif yang juga Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif