NEWSTICKER
Ilustrasi PPDB - MI/Lina Herlina.
Ilustrasi PPDB - MI/Lina Herlina.

Dari Cibinong Mengadu Peruntungan di PPDB Nonzonasi Jakarta

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Juli 2019 16:15
Jakarta: Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Nonzonasi tahap I Umum DKI Jakarta dibuka hari ini, Selasa, 2 Juli 2019. Jalur ini menjadi harapan lain bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.
 
Selain itu juga menjadi kesempatan untuk calon peserta didik dari luar DKI untuk masuk sekolah negeri di ibu kota. Seperti yang dilakukan oleh Jumiyati, salah satu orang tua murid.
 
Ia mengatakan sengaja mendaftarkan anaknya melalui jalur nonzonasi tahap I umum di Jakarta, meski berdomisili di Cibinong. Sebab pada pendaftaran jalur zonasi beberapa waktu lalu, putrinya tidak diterima di sekolah negeri di zonasi domisilinya, Cibinong, Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akhirnya, atas rekomendasi salah satu teman anaknya, ia memberanikan diri mendaftarkan putrinya di SMA Negeri 28 Jakarta.
 
"Di Cibinong SMA Negeri ada lima di kecamatan. Jadi dekat rumah saya 2,7 kilometer itu enggak ada sekolah negerinya. Saya kurang zonasinya, tidak sampai secara jarak, jadi enggak dapat," kata Jumiyati saat ditemui di SMAN 28 Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Ia mengatakan, pemilihan SMAN 28 menjadi salah satu ikhtiar untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Meskipun harus jauh dari rumah.
 
"Berusaha jadi orang tua yang terbaik, kebetulan maunya SMA (bukan SMK) jadi ya sudah," ujarnya.
 
(Baca juga:Ombudsman: DKI Jakarta Lakukan Maladministrasi di PPDB)
 
Jumiyati juga sengaja menyekolahkan anaknya di SMAN 28 karena bercita-cita kuliah di Universitas Indonesia (UI). Menurutnya, SMAN 28 tempat yang tepat, karena banyak lulusan yang menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
 
"Saya mengincar UI itu," ucapnya.
 
Kuota SMAN 28 untuk jalur nonzonasi tahap I umum sebanyak 40 kursi untuk peminatan IPA. Sedangkan IPS 16 kursi.
 
Selain memilih SMAN 28, Jumiyati juga menyebut dua pilihan sekolah lainnya, yaitu SMAN 38 dan 109. Dengan peminatan IPA.
 
Jumiati mengatakan jarak yang jauh tak jadi soal. Bila berjodoh di SMAN 28, putrinya
akan menggunakan moda transportasi Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) untuk menuju sekolah. Pilihan transportasi tersebut ia ambil, daripada harus pindah ataupun mengontrak rumah.
 
"Enggak lah, lebih memilih transportasi umum KRL. Insyaallah sebelum subuh sudah jalan, malah saya perkirakan setengah lima jalan ikut kereta pertama," kata Jumiyati.
 
Jumiyati juga sudah mengantisipasi apabila anaknya tidak diterima di SMA negeri Jakarta. Ia akan menyekolahkan anaknya di SMA swasta.
 
"Masuk swasta, cari yang bagus. Saya rela utang-utang duit deh dari kantor demi anak saya. Saya pilih sekolah Islam itu karena dekat dari rumah, 5-10 menit, tapi ya uang pangkalnya Rp19 juta," ujarnya.
 
PPDB DKI Jakarta jalur nonzonasi tahap I umum dilaksanakan pada 2-6 Juli 2019. Terbagi menjadi 2-4 Juli merupakan pendaftaran dan pemilihan sekolah. Pengumuman pada 4 Juli pukul 17.00 WIB. Dilanjutkan dengan lapor diri pada 5-6 Juli 2019. Sementara pengumuman bangku kosong pada 6 Juli 2019.
 
(Baca juga:Ombudsman Temukan Jual Beli Kursi di PPDB Bogor)

 

(REN, CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif