Pendudukan mahasiswa di DPR pada 1998.
Pendudukan mahasiswa di DPR pada 1998.

Jalan Panjang Reformasi di Indonesia, dari Demo Mahasiswa Hingga Tragedi Trisakti

Medcom • 14 April 2022 13:33
Jakarta: Beberapa tahun terakhir, demo mahasiswa tengah menyita perhatian publik. Tak sedikit masyarakat Indonesia membandingkan unjuk rasa baru-baru ini dengan yang terjadi pada 1998.
 
Perjuangan mahasiswa kala itu memang menjadi titik balik bagi Indonesia, di mana menandakan akhir dari era Orde Baru. Pendudukan gedung DPR oleh mahasiswa ini juga mengembuskan angin segar melalui lahirnya Reformasi.
 
Reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Reformasi juga didefinisikan sebagai awal perubahan yang mencakup sistem, tata kelola masyarakat, dan permasalahan kekuasaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jalan Reformasi di Indonesia tentu tidak mudah. Bermula dari unjuk rasa, berbagai kejadian naas yang merugikan masyarakat terjadi setelahnya. Dikutip dari Ruangguru, berikut pembahasannya:

Unjuk rasa besar-besaran 1998

Masa Reformasi di Indonesia terjadi pada Mei 1998. Krisis ekonomi dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Soeharto menjadi pemicu peristiwa ini.
 
Kepercayaan tersebut  menurun lantaran pemerintah tidak mampu mengatasi krisis ekonomi yang sedang dialami Indonesia pada 1997. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) juga menjadi penyebab terpuruknya ekonomi Indonesia yang berimbas pada ketergantungan modal asing.
 
Akibatnya, terjadilah gerakan reformasi pada 1998 yang dipelopori kalangan mahasiswa dan intelektual. Ada tujuh hal yang dituntut oleh gerakan reformasi pada 1998, yaitu:
  1. Adili Soeharto dan para pengikutnya
  2. Amandemen UUD 1945
  3. Otonomi daerah seluas-luasnya
  4. Tegakkan supremasi hukum
  5. Berantas KKN
  6. Turunkan Soeharto dari kursi pemerintahan
  7. Hapuskan dwifungsi ABRI

Tragedi Trisakti

Peristiwa yang mengawali gerakan reformasi terjadi pada 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta. Saat itu, terjadi bentrok antara aparat keamanan dan demonstran.
 
Kejadian tersebut menyebabkan empat mahasiswa gugur dengan luka tembakan. Keempatnya ialah Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hendriawan Sie, dan Hafidhin Royan. Peristiwa tersebut lantas memicu gelombang demonstrasi yang lebih besar pada 13-14 Mei 1998.

Kerusuhan dan penjarahan massal

Akibat peristiwa tragedi Trisakti, terjadilah kerusuhan berupa perusakan pertokoan, rumah, perkantoran, dan kendaraan milik warga. Kerusuhan terjadi di banyak lokasi di ibu kota.
 
Sasaran utama dari pelaku kerusuhan adalah aset milik masyarakat keturunan Tionghoa di Jakarta. Banyak pertokoan, kantor-kantor, bahkan rumah pribadi yang dianggap milik keturunan Tionghoa dibakar, dihancurkan, dan dijarah.

Respons pemerintah

Kericuhan yang terjadi kala itu membuat pemerintah bertindak. Pada 18 Mei 1998, ketua DPR/MPR saat itu, Harmoko, mengeluarkan pernyataan yang meminta Presiden Soeharto turun dari jabatannya.
 
Sehari setelahnya, 19 Mei 1998, pimpinan DPR dan seluruh pimpinan fraksi mengadakan rapat. Pertemuan ini menghasilkan keputusan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri secara konstitusional.

Pendudukan gedung MPR/DPR

Meski pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan, amarah massa tak kunjung surut. Pada 20 Mei 1998, demonstran yang didominasi mahasiswa menduduki pos pemerintahan penting, termasuk Gedung MPR/DPR di Senayan. Mereka mendesak agar Presiden Soeharto lengser dari jabatannya.
 
Akibat ketidakstabilan politik dan ekonomi, desakan dari badan legislatif dan seluruh rakyat Indonesia, suatu peristiwa bersejarah terjadi. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto secara resmi mengumumkan untuk meletakkan jabatannya.
 
Dia lantas menunjuk wakilnya, BJ Habibie, untuk menggantikan posisinya sebagai Presiden Indonesia di Istana Negara. Lengsernya Soeharto dan majunya BJ Habibie sebagai presiden, menandai dimulainya masa Reformasi di Indonesia. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Sejarah Politik Etis, Balas Budi Belanda untuk Indonesia
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif