Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Peningkatan Mutu Madrasah Mesti Dorong Akselerasi Digitalisasi dan Penguatan Literasi

Renatha Swasty • 13 April 2022 16:16
Jakarta: Program peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan madrasah 2022 dimulai. Hal itu ditandai dengan Kick Off Implementasi Realizing Educations’s Promises – Madrasah Education Quality Reform atau REP-MEQR Project Project Tahun 2022.
 
“Program ini harus fokus mendorong akselerasi digitalisasi, membuat infrastruktur digital yang lebih kuat dan inklusif, meningkatkan literasi digital bagi kalangan madrasah, bahkan berkontribusi bagi lahirnya talenta-talenta digital madrasah yang mumpuni,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Rabu 13 April 2022.
 
Yaqut juga mengingatkan agar digitalisasi menjaga pentingnya kedaulatan data. Dia meminta data pendidikan madrasah tetap berada di Kemenag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga meminta agenda moderasi beragama wajib ada dalam setiap kegiatan REP-MEQR Project. Direktur Pendidikan, Agama, dan kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami, menyampaikan pihaknya siap mendukung upaya untuk memajukan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia melalui serangkaian langkah-langkah transformasi yang dirancang Kementerian Agama.
 
“Proyek ini diharapkan dapat mendorong pemerataan dan peningkatan mutu madrasah. Pendidikan madrasah akan mencapai puncak dan gemilang di masa-masa yang akan datang dengan berfokus mengembalikan atau mengatasi kehilangan pembelajaran yang dirasakan seluruh peserta didik kita akibat pandemi,” tutur dia.
 
Ketua REP-MEQR Project Abdul Rouf menyatakan sinergi seluruh stakeholder dapat mendukung pelaksanaan proyek dan meningkatkan jaminan keberlanjutan seluruh program pasca berakhirnya proyek di 2024. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop bersama seluruh tim pengelola proyek di tingkat wilayah.
 
"Tujuannya untuk mengkoordinasikan target kegiatan baik jangka panjang dan pendek juga strategi menjaga sustainability dampak dari proyek ini,” tutur Rouf.
 
REP-MEQR Project adalah proyek yang diinisiasi Kementerian Agama dengan dukungan dari Bappenas dan Bank Dunia dengan target utama peningkatan mutu pendidikan madrasah. Program ini sudah memasuki tahun ketiga sejak bergulir pada 2019.
 
Program ini menyasar 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah penerima manfaat mencapai 50.000 madrasah serta 300.000 guru, tenaga pendidik, dan manajemen di tingkat pusat dan daerah.
 
Baca: Menag Ingatkan Tata kelola Madrasah Reform Mesti Dilakukan Terbuka
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif