Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi

Tiga Penyebab Guru Masih Gaptek

Pendidikan Revolusi Industri 4.0 Metode Pembelajaran
Muhammad Syahrul Ramadhan • 07 Februari 2020 12:48
Jakarta: Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jumlah guru yang akrab dengan teknologi tak sampai 50 persen dari 28 ribu guru yang dipetakan. Kondisi ini menjadi ironi, terleboh ketika semua bidang dituntut untuk beradaptasi dengan revolusi industri 4.0 dan disrupsi teknologi.
 
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Martaji menyebutkan ada tiga hal yang membuat guru masih gagap teknologi atau 'Gaptek'. Pertama adalah absennya peran pemerintah dalam menjalankan tugasnya meningkatkan kompetensi guru, termasuk dalam bidang TIK.
 
Berikutnya adalah, peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menurutnya telah gagal mencetak jebolan calon guru yang berkualitas. "Gagalnya LPTK dalam mencetak lulusan-lulusan yang kompeten dalam bidangnya dan penguasaan TIK dalam pembelajaran," kata Ubaid kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian yang ketiga adalah Pemerintah Daerah yang tidak serius menangani dunia pendidikan. Ditambah lagi kompetensi guru yang juga tidak menjadi perhatian.
 
"Pemda masih menganggap bahwa persoalan pendidikan dan juga kompetensi guru bukanlah hal prioritas. Dampaknya, kualitas pendidikan kita sangat rendah, begitu pula dengan kemampuan literasi kita," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Kemendikbud melakukan pemetaan kompetensi guru terhadap pemanfaatan teknologi kepada 28 ribu guru. Pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan sistem yang diterapkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
 
Ada empat level pemetaan yang digunakan untuk mengukur kompetensi guru tersebut. Level satu ICT literasi, atau literasi Teknologi, Informasi, Komunikasi.
 
Kedua, level ketika guru sudah mampu mengoperasikan dan mengaplikasikannya dengan mudah. Level ketiga adalah level ketika guru sudah bisa membuat konten sendiri. Level keempat, guru sudah mampu menjaditrainer.
 
Tercatat dari pemetaan pada 28 ribu guru tersebut, hanya 46 persen di antaranya yang lulus level satu. Itu artinya yang menguasai teknologi level dasar masih di bawah 50 persen, dan itu diakui oleh Plt. Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gogot Suharwoto
 
"Hasil pemetaan kami dari 28 ribu (guru) ternyata yang menguasai level 1 baru 46%. jadi memang kendala utama pada kompetensi menguasai, masih di bawah 50 persen," kata Gogot.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif