Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim. Zoom
Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim. Zoom

FSGI Sebut Ketimpangan PJJ Menurunkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan Pembelajaran Daring Kualitas Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Juli 2020 19:53
Jakarta: Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim menyebut kesenjangan yang terjadi selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa menurukan kualitas pendidikan. Masih banyak daerah yang masih sulit mengakses internet dan listrik.
 
Satriwan menyebut ada 46 ribu satuan pendidikan selama PJJ tidak mendapatkan layanan pendidikan daring. Ini belum termasuk yang tidak memiliki gawai.
 
"Pendidikan kita kualitasnya jelas akan menurun," kata Satriwan dalam diskusi daring yang digelar LBH Jakarta, Selasa, 21 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi Satriwan, PJJ menunjukkan adanya ketimpangan pendidikan.Siswa-siswa yang berada di kota-kota besar dengan akses internet bagus sangat mudah mengakses pembelajaran secara daring. Berbading terbalik di daerah-daerah terpencil.
 
Baca:Pengamat: Kurva Perkembangan Pendidikan di Indonesia Abnormal
 
"Jadi selama tiga bulan di daerah benar-benar 'Merdeka Belajar', artinya bebas dari pembelajaran, alias tidak belajar. Di pedalaman NTT, di Alor, Ngada, Jayawijaya, persoalan listrik, akses internet, gawai juga," jelasnya.
 
Menurut Satriwan, sulitnya mengakses pendidikan daring juga terjadi di Kota Bogor. Ada wilayah yang gurunya melakukan pembelajaran dengan mengunjungi rumah-rumah siswa.
 
"11 persen kota Bogor belajarnya melalui luring (luar jaringan) alias guru kunjung ke rumah. Itu membuat semrawut, kondisi ini membuat pendidikan kita tidak berkualitas," tegasnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif