Para siswa Global Sevilla School yang berhasil membawa pulang 112 emas dan 88 perak di WSC, Yale University, Medcom.id/Citra Larasati.
Para siswa Global Sevilla School yang berhasil membawa pulang 112 emas dan 88 perak di WSC, Yale University, Medcom.id/Citra Larasati.

Pelajar Global Sevilla "Borong" 112 Emas di Yale University

Pendidikan Prestasi Pelajar
Citra Larasati • 18 Januari 2019 13:44
Jakarta: Tradisi medali emas World Scholar’s Cup (WSC) Global Sevilla School terus berlanjut. Sebanyak 112 emas dan 88 perak diraih siswa siswi Global Sevilla dalam Tournament of Champion (TOC), World Scholar’s Cup yang digelar di Yale University akhir tahun lalu.
 
Kepala Sekolah Global Sevilla School Pulomas, Jakarta, Purborini Sulistiyo mengungkapkan, langkah yang ditempuh siswanya untuk sampai pada puncak final WSC di Yale University cukup terjal. Dimulai dari seleksi lomba tingkat nasional di Indonesia, kemudian pemenangnya dikirim untuk mengikuti lomba di tingkat regional kawasan Asia di Australia, dan akhirnya mencapai titik tertinggi yaitu Tournament of Champion di New York.
 
Hasil yang baik ini, kata Rini juga dilalui dengan segudang persiapan matang yang dilakukan sepanjang tahun. Baik dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler ataupun persiapan extra di luar hari belajar, yakni Sabtu yang rutin diikuti oleh seluruh siswa peserta WSC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ajang kompetisi WSC ini terdiri dari serangkaian lomba yang harus diikuti peserta, di antaranya lomba debat dan juga membuat esai. WSC kali ini diikuti 52 negara dan 3.000 siswa pesreta.
 
Lomba ini menuntut siswa untuk menguasai keterampilan debat dengan menggunakan dasar-dasar yang ilmiah serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Materi debat tidak dapat dipelajari, karena baru diberikan panitia beberapa saat sebelum pelaksanaan debat berlangsung (on the spot).
 
"Jadi siswa dilatih untuk mencari bahan dan dasar dari setiapstatementyang akan disampaikan dalam ajang debat. Sumber data, siswa diharuskan untuk mencarinya sendiri melaluigadgetyang mereka miliki," ujar Rini.
 
Dengan sistem ini,apabila siswa tidak siap mental, maka siswa akan menjadi gugup dan kurang percaya diri. Kondisi inilah yang dipersiapkan sepanjang pelatihan dilakukan di Global Sevilla, yakni kesiapan mental untuk menerima apapun tema yang akan ditampilkan secara dadakan tersebut.
 
Baca:Bank Sampah, Program yang Dikenalkan Mahasiswa UBL saat KKN
 
Terutama keterampilan dalam kecepatan mencari sumber data, ataupun mengatasi kepanikan di dalam lomba dan mempersiapkan materi debat. "Persiapan mental terus diasah dari hari ke hari, dengan terus latihan debat dan juga mempergunakan metodeMindfulnessyang telah menjadi DNA bagi sekolah kami," terang Rini.
 
Pelatihan yang berkesinambungan dan penerapanMindfulness, terbukti menjadikan siswa Global Sevilla menjadi tenang dan dan mampu mengendalikan suasana debat.Faktor lain yang membuat hasil WSC tahun ini berlangsung sukses adalah, dukungan orangtua murid sejak seleksi tingkat nasional sampai kepada puncak kegiatan WSC di Yale University di Amerika.
 
Bahkan beberapa orangtua murid, bersama guru Global Sevilla, turut mendampingi ke Yale.
"Persiapan yang matang, dilatih oleh pengajar yang berpengalaman, penerapan Mindfulness dan dukungan orang tua dalam ajang ini, merupakan kunci keberhasilan WSC yang merupakan tradisi Global Sevilla School," tutup Rini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif