Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman, Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman, Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Rektor Unnes: Tuduhan Plagiasi Kepada Saya Itu Hoaks

Kautsar Widya Prabowo • 08 Maret 2019 18:11
Jakarta:  Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman menepis tuduhan  bahwa dirinya melakukan plagiasi hasil karya tulis mahasiswa Unnes untuk disertasinya.  Ia menyebut tuduhan itu adalah hoaks, dan upaya menjatuhkan dirinya.
 
Fathur menjelaskan, bahwa kasus tersebut telah lama bergulir, ketika dua mahasiswa yang diduga menjadi korban plagiasi atas nama Ristin dan Anif Rida menjadi mahasiswa bimbingannya pada 2001 silam. Pihaknya selaku dosen sosiolingustik memberikan materi ajar berdasarkan penelitianya kepada mahasiwanya, yang ditujukan sebagai literasi dalam membuat skripsi. 
 
"Saya berikan kepada mahasiswa, sampai draf penelitian saya berikan, agar semua bisa membaca untuk tulisan mereka dalam skripsi, saya menulis artikel, dan artikelnya belum terbit saya berikan kepada mereka," ujar Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Fathur Rokhman, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun rupanya, Anif Rida menjadikan artikel Fathur tersebut sebagai karya tulis yang berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya Bagi Rekayasa Bahasa Indonesia : Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas. Karya tersebut pun akhirnya dimuat dalam Makalah Konfensi Linguistik Tahunan (KOLITA) I Universitas Atma Jaya pada 2003.
 
"Iya draf penelitian saya (yang masuk di KOLITA), bahan itu mereka ingin ikut presentasikan agar dapat nilai A, untuk belajar, kami juga tidak tahu (kalau dimuat di KOLITA)," tuturnya.
 
Dalam acara KOLITA yang diadakan 17 hingga 18 November 2003 yang bersangkutan rupanya tidak menghadiri acara tersebut, lantaran sakit.  Sedangkan permasalahan mulai muncul pada 2014, ketika ramai diperbincangkan di dunia maya. Namun karya tulis sudah terlanjur dimuat dan tidak dapat diturunkan.
 
Baca:  ORI Minta Investigasi Kasus Plagiasi Rektor Unnes Diulang
 
Anif Rida akhirnya memberikan surat kepada UNNES mengenai polemik ini. Bahwa yang bersangkutan memastikan Karya tulis tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi seperti naik jabatan, mengingat saat ini ia menjadi seorang guru. 
 
"Ini proses lama, tapi digoreng-goreng saja, jadi saya menyatakan tuduhan plagiasi terhadap saya itu hoaks," tuturnya.
 
Lebih lanjut, rupanya Anif dan Ristin yang diduga menjadi korban, tidak pernah mempublikasikan masalah tersebut ke media sosial ataupun melaporkan kepada Senat Universitas. Sehingga diduga terdapat oknum yang tidak bertanggung jawab, yang ingin menjatuhkan Fathur Rokhman. 
 
"Mahasiswa yang dituduhkan datang kepada kami, salah satunya nama Anif. Ia mengatakan 'Pak (Rektor) kami kok mendapat pesan Whatsapp dari orang yang tidak dikenal, terus ada juga yang mengaku wartawan, bahwa menanyakan karya saya diplagiasi, bahwa saya tahu Bapak (Rektor) tidak mungkin melakukan plagiasi karya saya'," ujarnya saat menirukan perbicangan dengan Anif. 
 
Selain itu, pihak Ombudsman juga enggan menjelaskan pihak mana yang melaporkan permasalahan ini.  Pasalnya demi keselamatan pihak pelapor.  "Jadi pelapor ini kami, dalam aturan kita pelapor ini harus ada nama dan alamat, tapi kalau mereka minta dirahasiakan, ya tetap harus kita rahasiakan," ujar Anggota ORI, Ahmad Suaedy.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif