PGRI Kritisi Data Kebutuhan Guru Tidak Valid
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi (Kedua dari kanan), ANT/M Risyal Hidayat.
Jakarta:  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah serius memperbarui data kebutuhan guru secara aktif.  Mulai dari data guru pensiun, mutasi, meninggal dunia, mengundurkan diri, hingga data kebutuhan guru di sekolah baru.

Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi menilai, selama ini data kebutuhan guru relatif statis, bahkan tidak valid.  "Jadi bisa dikatakan, data kementerian itu tidak valid, karena tidak melakukan updating secara aktif, sehingga data relatif statis," kata Unifah di Jakarta, Jumat, 16 November 2018.


Baca: Kemendikbud Dorong Data Tunggal Kebutuhan Guru

Data yang tidak valid tersebut, tentu saja tidak dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan yang strategis.  "Karena dia tidak melakukan konsolidasi data yang terus menerus, datanya nggak mencerminkan data kebutuhan guru yang sesuai." ungkap Unifah.

Menurut Unifah, Kemendikbud harus melakukan analisis kebutuhan guru per mata pelajaran (mapel) di setiap daerah, mulai dari jenjang SD hingga SMA.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemendikbud telah menggelar rapat koordinasi (rakor) tahap I dengan dinas pendidikan dan kebudayaan di seluruh Indonesia.  Rakor yang dibagi ke dalam empat regional ini, akan membahas sinkronisasi atau penyelarasan data guru menuju data tungal kebutuhan guru di Indonesia.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano mengatakan persoalan yang harus dibereskan, dan menjadi amanah yang diberikan Mendikbud, Muhadjir Effendy kepada dirinya saat dilantik menjadi dirjen adalah pembenahan data kebutuhan guru. "Pesan Pak Menteri itu benahi rekrutmen guru, lakukan inovasi, dan proses pembelajaran yang lebih baik.  Ternyata setelah diurut, sumber persoalan semua itu ada pada catatan kebutuhan guru," ujar Supriano.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id