Ilustrasi RA Kartini. DOK MI
Ilustrasi RA Kartini. DOK MI

Jangan Sekadar Seremoni, Hari Kartini Mesti Jadi Momen Refleksi dan Dorong Perubahan

Pendidikan Hari Kartini Perempuan UGM
Renatha Swasty • 22 April 2022 11:33
Jakarta: Kepala Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada (UGM), Widya Nayati, mengatakan Hari Kartini seharusnya tidak diisi dengan aktivitas yang hanya bersifat formalitas. Hari Kartini memiliki makna mendalam dan menjadi momen refleksi bagi warga Indonesia.
 
“Sering kali saat peringatan hari besar hanya sekadar upacara tapi tidak masuk hati. Sekadar hari libur bukan menjadi refleksi yang menjadikan kita lebih hebat,” kata Widya dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 22 April 2022.
 
Dia mencontohkan peringatan Hari Pahlawan seharusnya menjadi momen mengingat pahlawan serta teladan kepahlawanan mereka. Pemahaman inilah yang memberi pendorong atau inspirasi, terutama dalam hal bela negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Widya menyebut gelar pahlawan nasional yang diberikan pemerintah mestinya mendorong masyarakat melihat tindakan-tindakan inspiratif yang dapat diteladani di masa sekarang dan masa yang akan datang.
 
“Poinnya bagaimana kita belajar dari mereka, menginspirasi kita menjadi manusia Indonesia yang lebih baik,” kata Widya.
 
Dia menyebut banyak orang mengetahui sekilas tentang sosok RA Kartini serta kalimatnya yang terkenal “habis gelap terbitlah terang”. Namun, profil, capaian, serta catatan sejarah tentang Kartini belum terlalu banyak digali.
 
“Kita harus membuka seperti apa beliau dan apa yang dilakukan menjadi suatu pembelajaran untuk ke depan,” tutur dia.
 
Widya mengungkapkan Kartini menjadi teladan seorang insan muda yang tekun mencari ilmu dan membagikan kepada orang banyak. Kartini juga memanfaatkan kesempatan yang dimiliki untuk belajar dan berdiskusi bagi kepentingan dan kemajuan.
 
Dia menyebut teladan itu perlu ditiru banyak orang. Baik laki-laki, perempuan, anak muda, maupun orang tua.
 
“Bayangkan pada abad itu dengan keterbatasan yang ada beliau mampu belajar banyak dan mau melakukan sesuatu tidak hanya untuk dia sendiri tetapi juga untuk teman-temannya. Tapi sekarang banyak orang egois hanya mencari ilmu untuk dirinya sendiri,” ucap dia.
 
Widya mengatakan agar teladan Kartini serta pahlawan negara dapat terus dilestarikan, diperlukan lebih banyak penelitian yang menggali catatan-catatan sejarah dan membuatnya tersedia bagi banyak orang. Peringatan Hari Kartini yang umum seperti mengenakan busana daerah tidak ada artinya bila tidak diikuti dengan penghayatan yang benar.
 
Dia menuturkan pemahaman akan keteladanan pendahulu yang disertai dengan refleksi secara pribadi akan menimbulkan kesadaran serta dorongan. Khususnya ikut berperan menjadi Kartini masa kini, yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi-generasi yang akan datang.
 
“Jadi, bukan lagi apa kata orang, tapi itu sungguh-sungguh masuk ke dalam hati kita,” kata Widya.
 
Baca: Menjadi Kartini, Menjadi Perempuan Berkarya dan Berdaya
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif