Ilustrasi orang tua dan anak. Pexel
Ilustrasi orang tua dan anak. Pexel

Orang Tua, Waspada Jadi Pelaku Bullying Verbal! Ini 3 Bahayanya Bagi Anak

Pendidikan bullying perundungan anak
Medcom • 19 April 2022 13:52
Jakarta: Perundungan atau bullying merupakan perilaku agresif yang dapat membuat seseorang mengalami perasaan tidak nyaman. Selama ini, bullying identik dengan tindakan fisik, seperti memukul atau menendang.
 
Namun, tahukah Sobat Medcom, ternyata perkataan yang menyakitkan juga termasuk sebagai bullying. Ini dinamakan bullying verbal, yakni berupa perkataan menghina, merendahkan, hingga membentak yang dilontarkan kepada seseorang, baik secara sengaja maupun tidak.

Tanda-tanda bullying verbal

Tak cuma dilakukan orang lain, orang tua sendiri bahkan bisa menjadi pelaku bullying verbal terhadap anak. Dilansir dari Zenius, berikut adalah tanda orang tua melakukan bullying verbal kepada anak tanpa sengaja:

1. Memanggil dengan nama panggilan yang berfokus pada kelemahan anak

Orang tua harus berhati-hati dalam memilih nama panggilan untuk anak. Jangan sampai menggunakan nama kecil yang kurang tepat, terutama berhubungan dengan kekurangan atau kelemahan anak.
 
Sebagai contoh, memanggil anak yang memiliki postur pendek dengan panggilan “Si Unyil” atau memanggil anak yang berat badannya sedikit berlebih dengan sebutan “Gembul”.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika sudah terlanjur menggunakan nama panggilan ini, cobalah bertanya apakah anak nyaman dengan nama panggilan tersebut. Apabila anak merasa tidak nyaman, segera perbaiki nama panggilan itu.

2. Membanding-bandingkan anak

Membanding-bandingkan anak dapat mengembangkan perasaan inferior secara tidak sadar. Selain itu, mereka juga cenderung memiliki amarah tersembunyi terhadap orang tua karena merasa orang tuanya tidak menyayanginya.
 
Oleh karena itu, sebaiknya hindari kalimat yang terkesan membandingkan anak, sekalipun bertujuan untuk memotivasi mereka.

3. Bersikap terlalu protektif

Setiap orang tua pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi anak. Namun, bersikap terlalu protektif juga termasuk bentuk bullying verbal terhadap anak.
 
Menggunakan kata ‘jangan’ terus menerus berarti mendikte setiap gerakan yang dilakukan anak. Perilaku ini dikenal sebagai helicopter parenting, di mana orang tua mengontrol setiap gerak-gerik anak. Akibatnya, anak menjadi terlalu bergantung, terlalu takut, atau bahkan mudah emosional.

Bahaya bullying verbal bagi anak

Meski terkesan sepele, bullying verbal sejatinya dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup serius pada anak. Beberapa di antaranya ialah:

1. Merasa rendah diri

Bullying verbal terhadap anak, terutama yang dilakukan orang tua atau orang dewasa lain di dekatnya, dapat memiliki efek jangka panjang. Salah satunya, mengakibatkan anak merasa rendah diri.
 
Bullying verbal dapat menghilangkan rasa harga diri anak. Mereka akan kehilangan perasaan berkuasa atas hidupnya dan mulai memercayai penghinaan. Alhasil, mereka melihat diri sendiri sebagai sesuatu yang kurang dari siapa mereka sebenarnya.

2. Menurunnya prestasi belajar

Bullying verbal dapat menyebabkan anak merasa tidak bersemangat lagi melakukan aktivitas-aktivitas yang dulu disukainya. Pada usia sekolah, efek bullying verbal kerap terlihat melalui penurunan kinerja dan partisipasi sekolah.
 
Seorang anak yang dulunya unggul, mungkin mulai kehilangan minat belajar dan penurunan nilai belajar. Selain itu, mereka juga menjadi lebih sering menyendiri dan enggan terlibat dalam berbagai kegiatan di sekolah.

3. Stres dan depresi

Ketika bullying verbal berlangsung cukup lama, anak mungkin merasa seolah-olah tidak ada cara untuk ‘melarikan diri’. Segalanya terasa gelap dan dunia menjadi tempat yang dingin, tidak bersahabat, bahkan dipenuhi dengan bahaya dan serangan yang tak henti-hentinya.
 
Perasaan tidak mampu dan rasa sakit itu sering menyebabkan depresi pada anak. Jika dibiarkan, korban emosional dari intimidasi verbal bahkan bisa menyebabkan upaya bunuh diri.
Cara menghindari bullying verbal terhadap anak
 
Mengingat dampak yang ditimbulkan cukup serius, tentu tindakan pencegahan bullying verbal sangat diperlukan. Berikut adalah tiga cara mengindari bullying verbal terhadap anak:

1. Perhatikan cara mengatasi perilaku anak yang tidak diinginkan

Perilaku bullying verbal umumnya muncul ketika orang tua melihat perilaku anak yang tidak diinginkan. Misalnya, saat anak melakukan kesalahan, orang tua cenderung mengkritik, alih-alih membantu memperbaiki kesalahan tersebut.
 
Orang tua disarankan untuk membiarkan anak sesekali melakukan kesalahan, kecuali jika itu menyangkut kesehatan dan keselamatan. Sebab, kesalahan terkadang malah menjadi cara terbaik bagi anak untuk mempelajari hal baru.

2. Terapkan pola asuh otoritatif

Otoritatif merupakan pola asuh yang menetapkan batasan dan meminta pertanggungjawaban anak atas perilaku mereka. Namun, pada saat bersamaan, itu membimbing dan memaafkan anak ketika mereka melakukan kesalahan.
 
Melalui pola asuh ini, orang tua dapat mendorong anak untuk menjadi kreatif dan mandiri dalam batas yang ditetapkan. Dengan kata lain, orang tua tidak mengendalikan anak, melainkan menciptakan batasan yang sehat, di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang.
 
Pola asuh otoritatif terbilang efektif karena mengajarkan anak-anak untuk mandiri. Sekaligus, meyakinkan anak bahwa orang tuanya percaya pada mereka.

3. Berkonsultasi dengan profesional

Jika orang tua merasa ragu dan ingin memastikan cara menghindari perilaku bullying verbal terhadap anak, cobalah berkonsultasi dengan psikolog anak profesional. Diskusikan soal pola asuh anak serta berbagai hal lain mengenai pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
 
Dari penjelasan di atas, dapat dimaknai bahwa dampak bullying verbal sama buruknya dengan bullying fisik. Untuk itu, orang tua harus mulai menyadari pentingnya perkataan yang akan disampaikan kepada anak. Pikirkan kembali perkataan tersebut dengan bijak, jangan sampai malah menjadi bullying verbal. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Depresi Dirundung Teman, Siswi SMP di Ngawi Enggan Sekolah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif