Annual Conference on Research Proposal (ACRP). Foto: Kementerian Agama.
Annual Conference on Research Proposal (ACRP). Foto: Kementerian Agama.

Dibuka Hari Ini, ACRP Bahas Moderasi Beragama hingga Kekerasan Seksual

Pendidikan kementerian agama kekerasan seksual PTKI Moderasi Beragama
Arga sumantri • 22 November 2021 10:39
Jakarta: Annual Conference on Research Proposal (ACRP) dibuka hari ini. Ada 996 proposal nominee dari sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang akan dipresentasikan di hadapan para reviewer. 
 
Mereka berkompetisi untuk mendapatkan bantuan Litapdimas dari Kemenag pada tahun anggaran 2022 dalam ajang yang akan berlangsung tiga hari, 22 - 24 November 2021.
 
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Suyitno, mengungkapkan, 996 proposal nomimee ini terpilih dari 2.957 rencana penelitian yang telah didaftarkan pada 2020. Jumlah ini lebih banyak dari pendaftar tahun 2019 yang mencapai 2.314 proposal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama tiga hari ke depan, reviewer akan menguji dan menyeleksi ketat 996 proposal terpilih sebagai calon nominee penerima bantuan," ujar Suyitno mengutip siaran pers Kementerian Agama (Kemenag), Senin, 22 November 2021.
 
Ada 10 rangkaian seminar paralel dalam ACRP ini. Koordinator Subdit Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, Suwendi, menyatakan panitia telah membagi peserta dalam 25 kelompok breakout room untuk memudahkan proses uji proposal.
 
Mereka akan membahas isu-isu studi Islam, moderasi beragama, pluralisme dan keragaman, riset ilmiah, tafsir teks keagamaan, serta integrasi keilmuan dan kemajuan global. Masing-masing room difasilitasi oleh dua reviewer dan seorang moderator.
 
Baca: Kemenag Evaluasi Program Beasiswa Santri
 
ACRP akan diawali dengan peluncuran buku 'Routledge Series on Islam and Muslim Societies in Indonesia' kerja sama Routledge, sebuah penerbit Inggris yang bereputasi internasional. Selanjutnya, Menteri Agama periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, akan mengisi seminar Plenary Session dengan tema 'Agenda Dunia PTKI: Merumuskan Metodologi Moderasi Beragama dalam Memahami Teks Keagamaan'. 
 
Moderasi merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Kementerian Agama merupakan leading sector implementasi penguatan moderasi beragama. PTKI turut menggaungkan isu tersebut guna mencegah potensi gerakan ekstremisme yang mengancam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.
 
Mengawali seminar Parallel Session I, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus penggagas Metode Ma’na Cum Maghza (McM), Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA akan menyampaikan materi 'Ma’na Cum Maghza sebagai Metodologi Memahami Teks Keagamaan'. McM dikenal sebagai salah satu jenis pendekatan tafsir yang cukup menjanjikan. 
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif