Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi dan Rektor UNG Eduart Wolok melakukan penandatanganan MoU yang digelar di Gedung Rektorat UNG, Kota Gorontalo.
Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi dan Rektor UNG Eduart Wolok melakukan penandatanganan MoU yang digelar di Gedung Rektorat UNG, Kota Gorontalo.

Yayasan Sukma dan UNG Tingkatkan Kualitas Guru

Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa
Medcom • 02 Desember 2019 17:47
Gorontalo: Yayasan Sukma berkomitmen meningkatkan kualitas dan kapasitas guru.Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan itu menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
 
Penandatanganan MoU digelar di Gedung Rektorat UNG, Kota Gorontalo, Senin 1 Desember 2019 yang diwakili Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi dan Rektor UNG Eduart Wolok. Acara dilanjutkan dengan workshop untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru.
 
Acara penandatanganan turut dihadiri Ketua Yayasan Sukma Lestari Moerdijat dan CEO Media Group Muhammad Mirdal Akib.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi menyebut kerja sama ini merupakan perkembangan terbaru dari Yayasan Sukma, sejak dirintis pada 2005. Menurutnya, Yayasan Sukma akan membagikan pengalaman manajemen pendidikan berjenjang, yang dimulai dengan penyesuaian lingkungan setempat.
 
"Kami ingin berbagi metode-metode supaya guru tidak malas belajar, bangga menjadi guru, dan bisa meningkatkan kapasitas berdasarkan kemampuannya sendiri," kata Baedowi.
 
Menurutnya, pengalaman Yayasan Sukma membangun pendidikan di Aceh pascabencana tsunami 2004 dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
 
Selain itu, ada beragam keahlian yang akan diasah dalam program peningkatan kualitas guru. Misalnya, manajemen sekolah efektif, pengembangan sistem informasi sekolah terpadu online, serta mengurangi kekerasan di sekolah.
 
"Ini kita tawarkan. Nanti kita lihat mungkin ada juga ide-ide dari mereka (guru) yang bisa kita adaptasi menjadi pola kerja sama," terangnya.
 
Baedowi mengapresiasi UNG yang membuka peluang kerja sama dengan sekolah. Ia berpendapat, perguruan tinggi memiliki kompetensi kuat dalam unsur teori, yang dapat dikombinasikan dengan para praktisi dari Yayasan Sukma untuk melatih para guru. (Marshelina Tumundo)
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif