Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Internet Jadi Masalah Infrastruktur Pendidikan di Aceh

Pendidikan Kualitas Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 23 Juli 2020 16:11
Jakarta: Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, Marthunis Bukhari menyebut kebutuhan pendidikan di Aceh telah berubah. Gedung sekolah bukan lagi masalah infrastruktur yang paling dibutuhkan.
 
"Tapi permasalahan internet. Internet menjadi persoalan baru," kata Marthunis dalam Webinar MEDIA ACADEMY dengan tajuk Equity and Inklusivitas Pendidikan Anak Di Masa Pandemi, Kamis, 23 Juli 2020.
 
Ia mengatakan, masih minimnya akses internet bukan permasalahan baru di Aceh. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kata dia, menyebut penetrasi internet di Aceh hanya 50 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Angka 50 persen itu tidak bergerak dari tahun 2018. Jauh ketika kita melihat di Jawa yang sudah mencapai 80 persen," ujarnya.
 
Baca:KPAI: Banyak Siswa Stres Hingga Putus Sekolah karena Belajar Daring
 
Situasi ini pada akhirnya cukup menjadi masalah pembelajaran di masa pandemi virus korona (covid-19), karena pendidikan sangat mengandalkan internet. Akibatnya, terjadi kesenjangan dan kemampuan antar siswa ataupun sekolah.
 
"Di masa pandemi, keadilan jadi isu penting terutama dalam pemenuhan hak anak mendapatkan pengajaran yang layak dan berkualitas," lanjut dia.
 
Marthunis mengatakan, keterbatasan ini bukan semata salah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tidak mampu memfasilitasi dengan baik pendidikan bagi masyarakat. Justru, kata dia, masyarakat juga harus berinovasi untuk memperkecil kesenjangan pendidikan.
 
"Kita menghadapi badai yang sama, kesulitan yang sama. Di sini kita berbenah mulai dari satuan pendidikan masing-masing. Kita wujudkan praktik pendidikan yang baik," ujarnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif