Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi

Sekolah di Yogyakarta Dilarang Mewajibkan Siswa Beli Seragam

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Antara • 15 Juli 2020 11:11
Yogyakarta: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta mengeluarkan aturan kalau sekolah tidak boleh menjual seragam. Apalagi, mewajibkan siswa untuk membeli seragam dan berbagai bahan ajar lainnya dari sekolah.
 
"Sudah ada surat edaran yang kami sampaikan ke seluruh SD dan SMP negeri di Kota Yogyakarta pada akhir Juni 2020. Tidak ada sekolah yang diperbolehkan menjual seragam, buku dan bahan ajar lain," kata Kepala Disdik Kota Yogyakarta Budi Ashrori di Yogyakarta, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Menurut dia, pengadaan seragam dan bahan ajar lain dilakukan sendiri oleh orang tua atau wali murid sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014. Ia menyebut sekolah baik SD dan SMP negeri sudah memahami hal ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi, kami tetap harus menyampaikan surat edaran meskipun pada tahun ajaran baru ini pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah," katanya.
 
Ia pun mengimbau siswa yang melakukan pembelajaran dari rumah untuk tetap mengenakan pakaian yang rapi dan memenuhi jadwal pembelajaran yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Belajar dari rumah harus tetap dilakukan secara serius dan mematuhi jadwal yang ditetapkan sekolah.
 
"Apalagi untuk tahun ajaran 2020/2021, kami tetap berusaha untuk memenuhi target kurikulum sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga,” kata Budi.
 
Baca:Swasta Minta DKI Tak Buka Lagi Penerimaan Sekolah Negeri
 
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti juga menegaskan hal serupa saat membuka tahun ajaran baru 2020/2021. Ia mengingatkan sekolah untuk tidak mewajibkan pembelian paket seragam dan buku pelajaran ke siswa.
 
"Tidak boleh menjual seragam dan buku atau yang lain. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang juga tidak boleh dimanfaatkan sekolah untuk kemudian jual masker, sanitizer dan lainnya," kata Haryadi.
 
Saat ini, lanjut dia, Pemerintah Kota Yogyakarta juga tetap berusaha memenuhi serta meningkatkan sarana dan pasarana sanitasi di sekolah. Salah satunya, wastafel untuk cuci tangan apabila nanti kegiatan pembelajaran sudah dapat dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung.
 
Total wastafel yang akan disediakan di sekolah berjumlah sekitar 1.130 unit baik di jenjang TK, SD hingga SMP. “Fasilitas ini menjadi bagian yang harus disiapkan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru," ujar Haryadi.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif