"Alhamdulillah, mulai hari ini, IAIN Takengon akan gunakan logo baru," terangnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2020.
Logo baru IAIN Takengon ini berlatar putih berpadu warna hijau, abu-abu, dan hitam. Warna hijau dipilih untuk gambar kubah, bintang bersegi delapan, serta buku, dan rekal dudukan Alquran.
Sedangkan warna abu-abu untuk gambar Kerawang Gayo. Kemudian hitam untuk lingkaran dan tulisan Kementerian Agama RI dan IAIN Takengon.
"Logo baru ini bermotif lingkaran bentuk kerawang Gayo, merupakan representasi peradaban dan seni tinggi masyarakat Gayo," jelas Zulkarnain.
Baca juga: Bila Terbukti Gelar Profesor Palsu, Hadi Pranoto Terancam Dipenjara
Menurutnya, pembuatan logo baru IAIN Takengon dipersiapkan sejak Juli 2019. Seiring proses transformasi STAIN menjadi IAIN, digelar sayembara logo baru oleh tim panitia yang dibentuk secara khusus.
Dari banyak pendaftar, terpilih tiga peserta terbaik yang diminta melakukan presentasi di hadapan dewan penyantun dan tokoh masyarakat. "Logo yang diresmikan itu disepakati sebagai yang terbaik dan dipilih sebagai logo IAIN Takengon," tuturnya.
STAIN Takengon resmi bertransformasi sebagai IAIN sejak 28 Februari 2020. Hal itu ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 41 tahun 2020 tentang Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon.
Salinan Prepres tersebut diterima oleh Bupati Aceh Tengah Sabela Abubakar pada 12 Maret 2020. Ikut mendampingi saat penyerahan, Ketua STAIN Zulkarnain yang akhirnya diberi amanah sebagai Rektor pertama IAIN Takengon. Zulkarnain dilantik sebagai Rektor IAIN Takengon oleh Menag Fachrul Razi pada 1 April 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News