Salat. DOK Freepik
Salat. DOK Freepik

Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Waktu Terbaik untuk Mengamalkannya

Renatha Swasty • 20 Februari 2026 14:33
Ringkasnya gini..
  • Membaca doa setelah tarawih adalah cara umat Islam berkomunikasi langsung dengan Allah.
  • Doa setelah salat tarawih mempunyai banyak manfaat yang luar biasa, salah satunya sebagai jalan mendapatkan ampunan dosa.
  • Doa setelah salat tarawih bisa menyampaikan harapan dan permohonan agar ibadahnya diterima.
Jakarta: Salat tarawih adalah ibadah yang hanya dilakukan di bulan Ramadan. Setelah selesai melaksanakan rangkaian salat tarawih, umat Islam diharapkan tidak langsung pulang atau beranjak, melainkan meluangkan waktu sejenak untuk berdoa.
 
Membaca doa setelah tarawih adalah cara umat Islam berkomunikasi langsung dengan Allah SWT untuk menyampaikan harapan dan permohonan agar ibadahnya diterima. Doa setelah salat tarawih mempunyai banyak manfaat yang luar biasa, salah satunya sebagai jalan mendapatkan ampunan dosa. 
 
Dalam Islam, salat tarawih hukumnya adalah sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan. Biasanya, salat ini dikerjakan setelah salat Isya dan ditutup dengan salat Witir sebagai rangkaian penutup ibadah yang dikerjakan berjemaah di masjid atau sendiri di rumah.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai doa yang dibaca setelah salat tarawih, yuk simak terlebih dahulu jumlah rakaat salat tarawih berikut ini.

Jumlah rakaat salat tarawih

Dalam pelaksanaanya, jumlah rakaat dalam salat tarawih memiliki beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama karena tidak adanya hadis sahih yang menyebutkan jumlah rakaat yang dilakukan secara gamblang. 
 
Meski begitu, mayoritas ulama dari empat mazhab besar, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali, menegaskan jumlah rakaat salat tarawih yang paling utama adalah 20 rakaat. Kesepakatan mayoritas ulama ini menjadi pegangan yang paling banyak diikuti oleh umat Islam di berbagai belahan dunia hingga saat ini.
 
Di sisi lain, sebagian ulama dari mazhab Maliki berpendapat tarawih berjumlah 36 rakaat. Kemudian, sebagian ulama mazhab Hanafi seperti Imam Al-Kamal Ibnu al-Humam dalam kitab Fathul Qadir, menyebutkan tarawih dapat dikerjakan sebanyak 8 rakaat. 
 
Adanya ragam pandangan ini menunjukkan kemudahan dalam ibadah sunah Ramadan, sehingga umat Islam dapat menjalankannya sesuai dengan kemantapan hati dan tradisi yang berlaku di lingkungan masing-masing.

Doa setelah salat tarawih

Mengutip laman NU Online, berikut doa yang biasanya dibaca setelah salat tarawih:
 
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 
 
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
 
Artinya: "Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." 

Waktu yang tepat untuk membaca doa setelah salat tarawih

Melansir laman Baznas, membaca doa setelah melaksanakan sallat Tarawih merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menunaikan sallat dengan penuh kekhusyukan, doa yang dipanjatkan setelahnya akan menyempurnakan ibadah, menjemput keberkahan, serta mempererat ikatan antara seorang hamba dengan Allah SWT.
 
Ada beberapa waktu utama yang sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa ini, antara lain:

1. Setelah selesai salat tarawih 

Memanjatkan doa segera setelah salam untuk menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah yang baru saja dilakukan.

2. Setelah salat witir

Dibaca sebagai bagian dari rangkaian doa Kamilin yang lazim diamalkan umat Islam.

3. Di waktu sahur

Momen untuk memohon keberkahan dan kekuatan fisik serta batin agar lancar menjalankan ibadah puasa.

4. Sebelum tidur

Sebagai sarana memohon perlindungan dan penjagaan dari Allah SWT sebelum beristirahat di malam hari.
 
Dengan rutin mengamalkan doa-doa ini, umat Islam akan mendapatkan berbagai keistimewaan, mulai dari ampunan dosa, peningkatan kualitas iman, hingga meraih ketenangan batin dalam menjalani hari. 
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai doa setelah salat tarawih. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan