Kerja sama antara Pemerintah Timor Leste dan IP Trisakti ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). MoU yang dilakukan tak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pelatihan berbasis keterampilan dan sertifikasi berstandar global.
General Coordinator Vice Minister Timor Leste, Jorge R De Carvalho, menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi pondasi utama pembangunan negaranya. Menurutnya tantangan peningkatan kualitas SDM harus segera dituntaskan.
“Kami percaya, kerja sama dengan IP Trisakti akan terjadi peningkatan kualitas dan kompetensi SDM Timor Leste di bidang pariwisata. Generasi muda Timor Leste bisa bersaing di pasar internasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional yang lebih tangguh,” ujar Jorge dalam konferensi pers Kamis 23 April 2026.
| Baca juga: Universitas Trisakti Jadi PTS Nomor 1 dengan Lulusan Tercepat Dapat Kerja Versi QS WUR 2026 |
Ia menjelaskan, pemerintah Timor Leste tengah mendorong diversifikasi ekonomi melalui sektor strategis seperti pariwisata, pertanian, hingga manufaktur. Fokus ini juga diiringi dengan pengembangan keterampilan tenaga kerja agar mampu menjawab kebutuhan industri global.
Kerja sama dengan Institut Pariwisata Trisakti dinilai strategis. Terutama dalam bidang hospitality serta food and beverage yang menjadi tulang punggung sektor pariwisata.
MoU ini juga berisikan program pelatihan bagi generasi muda Timor Leste. Di sisi lain, Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, menekankan bahwa kerja sama ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal semata.
“Kami berharap MoU ini tidak sleeping, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui berbagai kegiatan konkret,” kata Fetty.
Sebagai tindak lanjut MoU, mahasiswa dari Timor Leste akan mengikuti program pembelajaran terpadu di IP Trisakti. Mulai dari perkuliahan di kampus hingga praktik langsung di industri perhotelan.
| Baca juga: Catat! Universitas Trisakti Terapkan Kuliah Daring dan WFH pada Tanggal Ini |
"Skema ini diharapkan mampu memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan daya saing lulusan dari Timor Leste," ungkap Fetty.
Tak hanya itu, Institut Pariwisata Trisakti juga berencana menggelar konferensi pengabdian masyarakat di Timor Leste pada September mendatang. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan difokuskan pada pengembangan desa wisata.
Menurut Fetty, pengalaman IP Trisakti dalam mengembangkan desa wisata di berbagai daerah di Indonesia akan menjadi bekal untuk mendorong sektor serupa di Timor Leste. “Kami siap mendukung pengembangan pariwisata, termasuk desa wisata, agar bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan ambisi Timor Leste untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan dari sektor pariwisata. Dengan kolaborasi ini ia berharap penguatan SDM tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan pendidikan.
"Tetapi juga sebagai kunci untuk membuka peluang kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing negara di tingkat regional maupun global," tutupnya.
| Baca juga: Kolaborasi dengan Pemda, IP Trisakti Bakal Kembangkan Potensi Wisata Bengkulu Tengah |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News