"Dana ini akan dikelola agar hasil investasinya dapat mendukung berbagai kebutuhan pendidikan tinggi," kata Rektor UI Heri Hermansyah saat ditemui di UI, Rabu 26 Agustus 2026.
Heri mengatakan dana abadi memiliki konsep berbeda dengan bantuan dana biasa. Pokok dana dijaga agar tidak habis, sedangkan hasil pengelolaannya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan, riset dan inovasi, beasiswa hingga kesejahteraan sivitas akademika.
"Dana Abadi ini konsepnya adalah dananya tidak boleh hilang. Dana ini kemudian dikelola, hasil kelolaannya yang kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Heri.
| Baca juga: UI Buka Rekrutmen 200 Formasi Pegawai Tidak Tetap 2026, Cek Syarat dan Cara Daftar! |
Menurut dia, dukungan tersebut juga dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah dan mutu riset serta inovasi. Beasiswa bagi mahasiswa menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil pengelolaan dana abadi.
Heri memberikan gambaran mengenai potensi manfaat dari dana abadi tersebut. Dari total Rp50 miliar yang diberikan secara bertahap selama lima tahun, UI akan menerima sekitar Rp10 miliar per tahun.
Jika dana Rp50 miliar itu dikelola dengan asumsi imbal hasil 7 persen, hasilnya mencapai sekitar Rp3,5 miliar per tahun. Dana tersebut kemudian dapat dialokasikan untuk pendidikan, riset dan inovasi, serta beasiswa.
"Kalau seandainya kita bicara suku (bunga) 7 persen, 7 kali 5 berarti sebesar Rp3,5 miliar per tahun yang dapat dialokasikan untuk tadi menyokong pendidikan, riset inovasi, dan beasiswa per tahun," ujar Heri.
Jika seluruh hasil kelolaan tersebut digunakan untuk beasiswa dan besarannya diasumsikan Rp10 juta per mahasiswa, maka sekitar 350 mahasiswa berpotensi mendapatkan beasiswa setiap tahun. Namun, Heri menegaskan perhitungan tersebut masih merupakan gambaran kasar.
Heri menegaskan penyaluran hasil pengelolaan dana abadi tidak hanya menjadi beasiswa. Tetapi juga sejumlah kebutuhan lain di lingkungan UI.
Untuk mengelola dana abadi, UI kata dia telah membentuk Lembaga Pengelola Dana Abadi bernama UI Invest (UInvest). Lembaga tersebut bertugas meningkatkan jumlah dana abadi sekaligus mengoptimalkan hasil pengelolaannya.
Hasil pengelolaan dana nantinya disalurkan untuk sejumlah bidang di lingkungan UI. Bidang yang akan menjadi penerima manfaat antara lain pendidikan, riset dan inovasi serta kemahasiswaan, infrastruktur, kesejahteraan, dan kerja sama antarlembaga.
Heri mengatakan keberadaan dana abadi penting untuk memastikan perguruan tinggi memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan. Menurut dia, universitas terkemuka di dunia umumnya memiliki dana abadi dalam jumlah signifikan.
"Universitas-universitas di Indonesia Dana Abadinya masih sangat kecil, bahkan dibandingkan dengan universitas di negara tetangga kita, Singapura," katanya.
| Baca juga: 5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas |
Dia menilai penguatan dana abadi dibutuhkan jika Indonesia ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Heri berharap dukungan dari Triputra Group dapat mendorong lebih banyak filantropi ikut berinvestasi di sektor pendidikan.
"Dengan majunya universitas, ini akan membawa kualitas pendidikan semakin baik, dan yang lebih penting lagi riset dan inovasi semakin maju," ujarnya.
Selain dukungan melalui dana abadi, Triputra Group saat ini juga telah bekerja sama dengan UI dalam penelitian biochar bersama Fakultas Kimia UI. Pengembangan kerja sama riset lainnya masih akan dibahas antara kedua pihak.
| Baca juga: 60 Persen Mahasiswa UI Dapat Beasiswa dan Keringanan UKT |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda