TKA di Papua Selatan. Foto: Kemendikdasmen
TKA di Papua Selatan. Foto: Kemendikdasmen

Mengenal Metode IRT: Sistem Penilaian TKA, Jawab Benar Bisa Beda Skor

Ilham Pratama Putra • 12 Oktober 2026 10:34
Ringkasnya gini..
  • TKA menggunakan metode Item Response Theory (IRT) untuk mengestimasi kemampuan peserta berdasarkan karakteristik soal.
  • Jumlah jawaban benar yang sama bisa menghasilkan skor berbeda karena dipengaruhi tingkat kesulitan dan daya pembeda soal.
  • Metode IRT juga dipakai dalam asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS, dengan skala skor TKA SMA berkisar 200–800.
Jakarta: Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya menghitung jumlah jawaban benar untuk menentukan skor peserta. TKA menggunakan metode penilaian Item Response Theory (IRT) yang memperhitungkan karakteristik soal untuk mengestimasi kemampuan peserta didik.

Melalui metode ini, dua siswa yang menjawab jumlah soal dengan benar sama, belum tentu memperoleh skor yang sama. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena tingkat kesulitan dan daya pembeda soal ikut diperhitungkan dalam proses penilaian.

Lantas, bagaimana cara kerja IRT dalam penilaian TKA? Apa bedanya dengan sistem penilaian ujian pada umumnya? Ini hal yang perlu diketahui untuk memahami sistem penilaian TKA

Mengenal IRT dalam Metode Penilaian TKA

IRT merupakan metode evaluasi yang digunakan untuk mengestimasi kemampuan peserta berdasarkan pola jawaban dan karakteristik setiap butir soal. Metode ini membantu menghasilkan pengukuran lebih terstandar dalam asesmen berskala besar.

Dengan pendekatan tersebut, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada jumlah jawaban benar. Tetapi juga mempertimbangkan karakteristik soal yang dikerjakan peserta.
 


Perbedaan Penilaian Ujian Kelas dan Asesmen Nasional

Ada dua pendekatan yang perlu dipahami dalam sistem penilaian, yakni Teori Tes Klasik (Classical Test Theory/CTT) dan IRT. Keduanya memiliki pendekatan berbeda dalam mengolah hasil jawaban peserta.
  • Teori Tes Klasik (CTT): Menghitung skor berdasarkan jumlah jawaban benar atau skor mentah. Pendekatan ini umum digunakan dalam kuis dan ulangan di kelas.
  • Item Response Theory (IRT): Memperhitungkan karakteristik setiap butir soal untuk mengestimasi kemampuan peserta. Pendekatan ini dapat membantu menyetarakan hasil dari paket soal yang memiliki karakteristik berbeda.

Bukan Sekadar Jumlah Jawaban Benar

Dalam model IRT 2PL (Two-Parameter Logistic), terdapat dua parameter utama yang diperhitungkan untuk setiap butir soal. Keduanya berperan dalam mengestimasi kemampuan peserta.

Parameter pertama adalah tingkat kesulitan. Parameter ini menunjukkan tingkat kemampuan yang diperlukan peserta untuk memiliki peluang menjawab suatu soal dengan benar.

Sementara parameter kedua, daya pembeda yang mengukur kemampuan soal dalam membedakan peserta dengan tingkat kemampuan berbeda. Kedua parameter tersebut membantu sistem mengestimasi kemampuan peserta berdasarkan pola jawaban yang diberikan.

 
Ilustrasi TKA_ DOK Kemendikdasmen
Ilustrasi TKA. Foto: Kemendikdasmen


Perhitungan Skor

Dalam sistem IRT, dua siswa yang menjawab 15 soal dengan benar bisa memperoleh estimasi kemampuan yang berbeda. Hal ini dapat terjadi apabila karakteristik soal yang dijawab dengan benar berbeda.
  • Siswa A: Menjawab 15 soal dengan benar dan jawaban benarnya didominasi soal berkarakteristik lebih sulit. Pola jawaban tersebut dapat menghasilkan estimasi kemampuan lebih tinggi.
  • Siswa B: Menjawab 15 soal dengan benar dan jawaban benarnya didominasi soal berkarakteristik lebih mudah. Estimasi kemampuannya dapat berbeda dari Siswa A.
Meski demikian, hasil penilaian tidak ditentukan oleh tingkat kesulitan semata. Estimasi kemampuan juga bergantung pada keseluruhan pola jawaban dan karakteristik butir soal.

Digunakan dalam Asesmen Internasional

IRT bukan metode yang hanya digunakan dalam TKA. Pendekatan ini juga digunakan dalam asesmen internasional untuk mengukur kemampuan peserta didik dengan mempertimbangkan karakteristik soal seperti:
  • PISA: Program asesmen internasional yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
  • TIMSS: Asesmen internasional yang mengukur capaian peserta didik, terutama dalam bidang matematika dan sains.
Penggunaan IRT membantu hasil pengukuran dari paket soal berbeda ditempatkan pada skala yang sebanding. Dengan demikian, perbandingan capaian peserta didik dapat dilakukan secara lebih terstandar.

Hasil TKA SMA Menggunakan skala 200-800

Hasil TKA jenjang SMA nantinya dilaporkan menggunakan skor skala (scale score) dalam rentang 200-800. Skor tersebut merupakan hasil pengukuran yang telah ditransformasikan ke dalam skala tertentu, bukan sekadar jumlah jawaban benar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan