Melalui metode ini, dua siswa yang menjawab jumlah soal dengan benar sama, belum tentu memperoleh skor yang sama. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena tingkat kesulitan dan daya pembeda soal ikut diperhitungkan dalam proses penilaian.
Lantas, bagaimana cara kerja IRT dalam penilaian TKA? Apa bedanya dengan sistem penilaian ujian pada umumnya? Ini hal yang perlu diketahui untuk memahami sistem penilaian TKA
Mengenal IRT dalam Metode Penilaian TKA
IRT merupakan metode evaluasi yang digunakan untuk mengestimasi kemampuan peserta berdasarkan pola jawaban dan karakteristik setiap butir soal. Metode ini membantu menghasilkan pengukuran lebih terstandar dalam asesmen berskala besar.Dengan pendekatan tersebut, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada jumlah jawaban benar. Tetapi juga mempertimbangkan karakteristik soal yang dikerjakan peserta.
Perbedaan Penilaian Ujian Kelas dan Asesmen Nasional
Ada dua pendekatan yang perlu dipahami dalam sistem penilaian, yakni Teori Tes Klasik (Classical Test Theory/CTT) dan IRT. Keduanya memiliki pendekatan berbeda dalam mengolah hasil jawaban peserta.
- Teori Tes Klasik (CTT): Menghitung skor berdasarkan jumlah jawaban benar atau skor mentah. Pendekatan ini umum digunakan dalam kuis dan ulangan di kelas.
- Item Response Theory (IRT): Memperhitungkan karakteristik setiap butir soal untuk mengestimasi kemampuan peserta. Pendekatan ini dapat membantu menyetarakan hasil dari paket soal yang memiliki karakteristik berbeda.
Bukan Sekadar Jumlah Jawaban Benar
Dalam model IRT 2PL (Two-Parameter Logistic), terdapat dua parameter utama yang diperhitungkan untuk setiap butir soal. Keduanya berperan dalam mengestimasi kemampuan peserta.Parameter pertama adalah tingkat kesulitan. Parameter ini menunjukkan tingkat kemampuan yang diperlukan peserta untuk memiliki peluang menjawab suatu soal dengan benar.
Sementara parameter kedua, daya pembeda yang mengukur kemampuan soal dalam membedakan peserta dengan tingkat kemampuan berbeda. Kedua parameter tersebut membantu sistem mengestimasi kemampuan peserta berdasarkan pola jawaban yang diberikan.
Ilustrasi TKA. Foto: Kemendikdasmen
Perhitungan Skor
Dalam sistem IRT, dua siswa yang menjawab 15 soal dengan benar bisa memperoleh estimasi kemampuan yang berbeda. Hal ini dapat terjadi apabila karakteristik soal yang dijawab dengan benar berbeda.
- Siswa A: Menjawab 15 soal dengan benar dan jawaban benarnya didominasi soal berkarakteristik lebih sulit. Pola jawaban tersebut dapat menghasilkan estimasi kemampuan lebih tinggi.
- Siswa B: Menjawab 15 soal dengan benar dan jawaban benarnya didominasi soal berkarakteristik lebih mudah. Estimasi kemampuannya dapat berbeda dari Siswa A.
Digunakan dalam Asesmen Internasional
IRT bukan metode yang hanya digunakan dalam TKA. Pendekatan ini juga digunakan dalam asesmen internasional untuk mengukur kemampuan peserta didik dengan mempertimbangkan karakteristik soal seperti:- PISA: Program asesmen internasional yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
- TIMSS: Asesmen internasional yang mengukur capaian peserta didik, terutama dalam bidang matematika dan sains.