Pawai Kostum Cadar dan Senjata

KPAI akan Panggil Seluruh Pihak Terkait Kasus Probolinggo

Citra Larasati 21 Agustus 2018 10:42 WIB
HUT ke-73 RI
KPAI akan Panggil Seluruh Pihak Terkait Kasus Probolinggo
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, Dokumentasi KPAI
Jakarta:Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pendalaman dan pemanggilan terhadap seluruh pihak terkait, atas laporan adanya siswa Taman Kanak-kanak (TK) yang menggunakan kostum cadar dan senjata di pawai Bhinneka Tunggal Ika di Probolinggo, Jawa Timur.  

Pendalaman tersebut akan tetap dilakukan, meskipun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah mengatakan bahwa ada kesalahpahaman dalam memaknai kostum cadar dan senjata tersebut.  


"Tapi KPAI sebagai lembaga pengawas juga memiliki kewenangan mengadakan pengawasan. Jadi memang KPAI akan memanggil pihak terkait," tegas Komisioner BIdang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, di Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018.

Selain pemanggilan, ada juga alternatif bagi KPAI untuk datang langsung ke Probolinggo  mengadakan gelar rapat koordinasi antar semua pihak. "Nah itu memang SOP (Standar Operasional Prosedur) yang harus dilakukan. Kita harus melakukan pendalaman terhadap kasus-kasus seperti itu," tandasnya lagi.

Semua kasus yang ditangain KPAI, kata Retno,  pasti juga akan meminta klarifikasi dan konfirmasi dari pihak yang dilaporkan.

"Karena pengaduan ke KPAI terkait foto itu kan juga banyak sekali,  video dan lainnya. Kami juga harus melakukan langkah-langkah, mau tahu duduk persoalannya seperti apa," jelasnya.

Baca: Penjelasan Pihak Sekolah Soal Kostum Cadar dan Senjata

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menilai, ada kesalahpahaman dalam memaknai kostum karnaval TK di Kota Probalinggo, Jawa Timur saat pawai HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Pemakaian kostum wanita bercadar dengan menenteng senjata tak mengarah pada radikalisme.

"Mereka (pihak sekolah) kaget kenapa resah di luar. Artinya, hal yang terlalu jauh kalau diinterpretasikan sampai ke radikalisme, dan tidak ada kaitannya dengan itu," kata Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

Dalam penjelasannya, acara karnaval 18 Agustus kemarin mengangkat tema keagamaan. Dengan kostum perjuangan umat Islam saat masa kemerdekaan.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id