Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemerintah Luncurkan Buku Panduan Atasi Gangguan Psikososial Peserta Didik

Pendidikan pelajar psikologi
Ilham Pratama Putra • 14 Oktober 2020 14:08
Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) luncurkan buku Penanganan Gangguan Psikososial Peserta Didik. Buku ini dipercaya mampu mengatasi permasalahan kepribadian peserta didik dalam hubungan sosial mereka di sekolah.
 
"Anak kerap kali saat bergaul di sekolah mengalami kekerasan dari antar teman yang akhirnya mengalami depresi. Di sinilah guru perlu panduan yang kami sertakan dalam buku ini," kata Kepala Bidang Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial Kemen PPPA, Sumbono dalam konferensi pers virtual, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Sumbono berharap buku itu dapat dimanfaatkan oleh guru, utamanya guru bimbingan konseling di sekolah. Buku tersebut juga dapat digunakan orang tua murid untuk memahami perkembangan psikososial anaknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian juga di buku tersebut, kita bisa melakukan deteksi dini psikososial pada anak. Ini untuk meningkatkan kepekaan guru juga orang tua terhadap kondisi psikososial anak," sambung dia.
 
Sumbono menyebut, di saat deteksi dini sudah bisa dilakukan tentunya guru maupun orang tua bisa merespons anak dengan baik. Tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang mesti dihindari.
 
Baca:Peran Kampus Sangat Vital dalam Penyiapan Bonus Demografi
 
Sambono melanjutkan jika potensi gangguan psikososial tak hanya dipicu kekerasan atau lingkup pergaulan murid. Namun, masa pandemi ini juga dapat mempengaruhi kesehatan psikososial murid.
 
"Nah di sini juga kita bisa membangun ekosistem yang baik untuk anak. Seperti apa peran kita orang tua juga guru dalam mengatasi permasalahan anak, agar potensi psikososial bisa dihindari," jelas Sambono.
 
Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (Penjas dan BK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Yaswardi juga senada. Yaswardi menyebut buku ini langkah cerdas yang bisa menanggulangi permasalahan Belajar Dari Rumah (BDR) di tengah pandemi covid-19.
 
"Di masa pandemi sangat dibutuhkan buku ini karena terjadi gangguan psikososial saat BDR. Salah satu gangguan itu bahkan dari kekerasan orang dewasa yang punya keterbatasan mengajar anak. Nah, kami percaya konten buku ini akan bisa membantu orang tua, juga guru dan tenaga kependidikan dan masyarakaat secara luas," tutur Yaswardi.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif