Akses Terhadap Pendidikan Tinggi Semakin Terbuka

Kuota Penerima Bidikmisi Meningkat Dalam Empat Tahun

Citra Larasati 23 Oktober 2018 21:00 WIB
4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Kuota Penerima Bidikmisi Meningkat Dalam Empat Tahun
Menristekdikti, Mohamad Nasir saat menyampaikan capaian Kinerja Empat tahun Kemenristekdikti, di Jumpa Pers Forum Merdeka Barat (FMB), Humas Kemenristekdikti/Ardian.
Jakarta: Akses masyarakat ekonomi menengah ke bawah terhadap pendidikan tinggi semakin terbuka lebar di era Pemerintahan Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.  Terlihat dari terus meningkatnya kuota penerima beasiswa Bidikmisi selama empat tahun pemerintahan ini berjalan. 

Empat tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di bidang pendidikan.  Terutama akses masyarakat ekonomi menengah ke bawah terhadap perguruan tinggi. 


"Kemenristekdikti memiliki program bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.  Sebuah program afirmasi pendidikan tinggi yang bertujuan memutus rantai kemiskinan masyarakat di Indonesia," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat menyampaikan capaian Kinerja Empat tahun Kemristekdikti, di Jumpa Pers Forum Merdeka Barat (FMB) di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Menristekdikti memaparkan bahwa kuota penerima Bidikmisi meningkat dari tahun ke tahun.  “Jumlah penerima Bidikmisi selalu meningkat setiap tahunnya," ujar Nasir.

Mulai dari 199.408 mahasiswa pada 2014, menjadi 339.348 mahasiswa pada 2017. "Target kami pada 2018, penerima Bidikmisi mencapai 368.961 mahasiswa,” ungkap mantan rektor terpiliih Universitas Diponegoro ini.

Baca: Penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN Diurus Lembaga Baru

Peningkatan kuota ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) sangat tinggi.  Terutama menunjukkan keberpihakan Pemerintah bagi kalangan tidak mampu untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Tidak hanya dari sisi kuota, Nasir menambahkan, peningkatan juga terlihat dari prestasi akademik para penerima Bidikmisi.  “Sebanyak 82,83% penerima Bidikmisi memperoleh IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) di atas 3.00. Alumni Bidikmisi juga menunjukkan prestasi menggembirakan, baik bekerja di perusahaan swasta, BUMN, Guru, maupun berwirausaha," jelas Nasir.

Beasiswa Bidikmisi ini saat ini juga digunakan Kemenristekdikti untuk membantu mahasiswa yang menjadi korban bencana alam, baik itu di Lombok maupun Sulawesi Tengah. Kepada mahasiswa korban bencana di Lombok, Kemenristekdikti menyalurkan 4.000 beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan 2.000 Bidikmisi.

"Sedangkan untuk korban bencana alam di Palu, Kemenristekdikti menyalurkan 2.000 beasiswa PPA dan 3.000 Bidikmisi," tutup Nasir.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id