palaksanaan UN di salah satu sekolah di Tasikmalaya, Jawa Barat, MI/Adi Kristiadi.
palaksanaan UN di salah satu sekolah di Tasikmalaya, Jawa Barat, MI/Adi Kristiadi.

Soal HOTS Makin Banyak di UN Tahun Depan

Pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 08 Mei 2019 14:50
Jakarta: Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) perlu dievaluasi, di mana hasilnya dapat dijadikan landasan perbaikan di tahun berikutnya. Salah satunya perbaikan dari aspek kualitas dan tingkat kesulitan soal.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno mengatakan, dari tahun ke tahun pemerintah selalu meningkatkan aspek kualitas soal. Untuk UNBK tahun depan misalnya, akan lebih didominasi jenis soal penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
 
“Kita akan tingkatkan yang penalaran tingkat tinggi, jadi over all kualitasnya kita coba tingkatkan dari tahun ke tahun,” kata Totok di Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Siswa Pelaku Kecurangan UNBK Ikut Ujian Perbaikan
 
Ia mengakui, banyak keluhan datang dari siswa terkait keberadaan soal HOTS di UN. Namun Totok menyebutkan, hal tersebut lumrah, karena sekolah memang harus melatih siswa untuk memecahkan persoalan-persoalan kompleks yang belum pernah dihadapi atau dipecahkan sebelumnya.
 
“Kebiasaan atau cara berpikir memecahkan persoalan yang belum pernah ditemui, sekompleks apapun harus dilatih dalam proses pendidikan dan itulah yang namanya melatih dengan penalaran tingkat tinggi atau HOTS,” ujar Totok.
 
Ia menyebutkan, alur kehidupan yang sedang kita jalani sekarang ini sama halnya dengan soal HOTS tersebut. Di mana kita saat ini menghadapi apa yang terjadi hari ini, tanpa mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.
 
Baca:Nilai Rata-rata UN SMA dan SMK Naik Tipis
 
“Kehidupan kita itu penuh dengan HOTS loh. Karena apa yang kita hadapi besok enggak akan pernah kita ketahui hari ini,” terang Totok.
 
Ia menegaskan, bahwa mendidik anak-anak di zaman sekarang harus bersifat masif. Mereka harus mulai dibiasakan menghadapi persoalan-persoalan yang belum dia ketahui konsepnya, sehingga daya nalarnya dan kemampuan kritisnya akan berjalan.
 
“Dengan konsep yang kita miliki, kemampuan kritis dan kreatif harapannya bisa memecahkan persoalan sekompleks apapun,” tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif