Hari Guru Internasional. DOK UNESCO/Erika Pineros
Hari Guru Internasional. DOK UNESCO/Erika Pineros

Hari Guru Internasional 2026: Sejarah, Tema, dan Bedanya dengan Nasional

Renatha Swasty • 05 Oktober 2026 11:57
Ringkasnya gini..
  • Hari Guru Internasional diperingati setiap 5 Oktober untuk memperingati adopsi Rekomendasi ILO/UNESCO 1966.
  • Peringatan 2026 mengusung tema "Standing with teachers: 60 years of protecting the profession".
  • Berbeda dari World Teachers' Day, Hari Guru Nasional diperingati tiap 25 November bertepatan lahirnya PGRI.

Jakarta: Setiap 5 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Guru Internasional atau World Teachers’ Day sebagai bentuk penghargaan terhadap peran guru dalam pendidikan. Peringatan ini merupakan momentum untuk memberikan apresiasi kepada guru dan menjadi kesempatan untuk membahas kondisi, hak, tanggung jawab, dan masa depan profesi guru di berbagai negara.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Guru Internasional? Apakah berbeda dengan Hari Guru Nasional di Indonesia? Melansir dari laman UNESCO, International Labour Organization (ILO), UNICEF, dan Education International, berikut penjelasannya.

Sejarah Hari Guru Internasional

Hari Guru Internasional diperingati setiap 5 Oktober. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengadopsian ILO/UNESCO Recommendation concerning the Status of Teachers pada 5 Oktober 1966 di Paris, Prancis.

Rekomendasi tersebut membahas berbagai aspek penting mengenai profesi guru, termasuk persiapan dan pendidikan guru, rekrutmen, pekerjaan, kondisi kerja, hak dan tanggung jawab, serta status profesi guru. ILO menegaskan mengajar perlu dipandang sebagai sebuah profesi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh serta dipertahankan melalui pendidikan dan pengembangan berkelanjutan.

Pentingnya kondisi kerja yang memungkinkan guru menjalankan tugas profesionalnya secara efektif serta penghargaan yang sesuai terhadap kedudukan guru dalam masyarakat. Status guru mencakup kedudukan atau penghargaan terhadap profesi sekaligus kondisi kerja, remunerasi, dan manfaat material yang diterima guru.

World Teachers’ Day kemudian diperingati secara global sejak 1994 dan diselenggarakan setiap 5 Oktober. Peringatan ini dikoordinasikan oleh UNESCO bersama International Labour Organization (ILO), UNICEF, dan Education International.

Tema Hari Guru Internasional 2026

Hari Guru Internasional 2026 memiliki arti khusus karena menandai 60 tahun pengadopsian ILO/UNESCO Recommendation concerning the Status of Teachers.

UNESCO menetapkan tema World Teachers’ Day 2026, yakni “Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures.” Tema tersebut dapat dimaknai sebagai “Berdiri bersama guru: 60 tahun melindungi profesi, meningkatkan statusnya, dan membentuk masa depan kita.”

Enam dekade setelah rekomendasi tersebut diadopsi, profesi guru menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan iklim, inklusi, migrasi, hingga perpindahan penduduk. Tantangan tersebut turut memengaruhi status guru, baik dari sisi penghargaan sosial, kedudukan profesional, maupun kondisi material.
 

Guru ilus - Kemenag
Guru. DOK Kemenag


Status profesional guru berkaitan dengan aspek seperti otonomi, dukungan, serta kesempatan untuk menyampaikan pandangan dalam pembuatan kebijakan. Sementara itu, status material berkaitan dengan gaji, beban kerja, dan lingkungan kerja yang memungkinkan guru menjalankan tugasnya secara optimal.

Peringatan World Teachers’ Day 2026 menjadi kesempatan untuk mendorong pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat agar memperkuat pengakuan, dukungan, serta kondisi yang memungkinkan guru menjalankan profesinya dengan baik.

Perbedaan Hari Guru Internasional dan Hari Guru Nasional

Meski sama-sama memperingati guru, Hari Guru Internasional dan Hari Guru Nasional merupakan dua peringatan berbeda. Hari Guru Internasional diperingati setiap 5 Oktober dan memiliki cakupan global.

Peringatan ini berkaitan dengan pengadopsian Rekomendasi ILO/UNESCO tentang Status Guru pada 1966. Fokusnya mencakup status, hak, kondisi kerja, serta masa depan profesi guru dalam konteks pendidikan internasional.

Sementara itu, Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November dan memiliki konteks sejarah Indonesia. Tanggal tersebut bertepatan dengan lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945.

Hari Guru Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional. Keppres tersebut ditetapkan pada 24 November 1994 dan hingga kini berstatus berlaku.

Perbedaan utama keduanya terletak pada cakupan dan latar belakang sejarahnya. Hari Guru Internasional berangkat dari standar internasional mengenai status profesi guru, sedangkan Hari Guru Nasional berkaitan dengan sejarah perjuangan dan persatuan guru di Indonesia.

Dunia Masih Butuh 44 Juta Guru

Dunia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan guru. UNESCO dan International Task Force on Teachers for Education 2030 memperkirakan dunia membutuhkan 44 juta guru tambahan untuk mencapai pendidikan dasar dan menengah universal pada 2030.

Kekurangan guru menjadi salah satu tantangan dalam mencapai Sustainable Development Goal (SDG) 4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi semua.
Guru yang terlatih, didukung, dan dihargai merupakan bagian penting untuk memastikan kualitas pendidikan serta mencapai target pendidikan dalam Agenda 2030.

Masih perlu diupayakan terkait kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, memperkuat dukungan terhadap guru, serta membuat profesi tersebut lebih menarik dan berkelanjutan. (Adinda Kinanthi)
 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan