Para siswa/siswi tersebut terdiri atas 680 siswa jenjang SMP dan 680 siswa jenjang SMA. Mereka terpilih setelah mengikuti proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT yang diikuti ribuan calon peserta didik.
"Adik-adik ini adalah angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026/2027," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas dan PNFI) Gogot Suharwoto dalam Kegiatan Pembukaan MPLS SNT, Senin, 10 Agustus 2026.
Gogot menjelaskan pemerintah sebelumnya menerima usulan lokasi SNT dari 114 kabupaten/kota dan provinsi. Setelah melalui proses verifikasi, validasi, serta kunjungan lapangan, pemerintah menetapkan 37 lokasi yang akan dibangun pada 2026.
Dari 37 lokasi tersebut, sebanyak 17 lokasi mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satunya, yakni SNT 7 Bogor.
| Baca juga: Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda, Apa Bedanya? Ini Peran Masing-masing |
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan pembukaan SNT menjadi langkah baru sekaligus sejarah baru bagi pendidikan Indonesia. Program tersebut merupakan pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan berkualitas guna membangun sumber daya manusia Indonesia unggul.
"Kita semua sedang memulai langkah baru, membuat sejarah baru, dan kalian semua para murid, para guru, dan bapak-bapak kepala daerah adalah pionir, pelopor, dan mitra kami dalam rangka mewujudkan cita-cita proklamasi mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Mu'ti.
Mu'ti juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah menyediakan lahan untuk pengembangan SNT. Dukungan orang tua yang mempercayakan anaknya mengikuti program tersebut turut mendapat apresiasi.
Gogot mengatakan pemerintah telah menyiapkan kepala sekolah serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung operasional SNT. Sebanyak 17 kepala sekolah terpilih dari 1.800 pendaftar di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran yang diseleksi dari 60 ribu stok guru prajabatan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG). Para kepala sekolah dan tenaga pendamping pembelajaran tersebut telah mengikuti program persiapan selama lima hari sebelum diterjunkan ke sekolah.
Pemerintah juga menyiapkan Learning Management System (LMS), bahan ajar, serta berbagai peralatan pembelajaran dan perangkat digital. "Semoga SNT dapat menjadi tempat anak-anak kita belajar, bertumbuh, berprestasi, dan kelak melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan bagi daerah," kata Gogot.
| Baca juga: Kemendikdasmen Beberkan Desain Kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi, Ada 3 Lapisan |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda