Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Soleha. Zoom
Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Soleha. Zoom

Unusa Berkomitmen Kembangkan Soft Skill Mahasiswa

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi UNUSA
Arga sumantri • 23 Oktober 2020 17:15
Jakarta: Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan perhatian besar bagi pengembangan soft skill mahasiswa. Faktor ini diyakini cukup berperan penting dalam menghadapi dunia kerja.
 
Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa Umdatus Soleha mengatakan, selama ini terjadi kesenjangan antara supply perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menyebut, 80 persen kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja yakni soft skill, sedangkan 80 persen yang diajarkan di kampus adalah hard skill.
 
"Fenomena ini yang selama ini terjadi di negara kita," kata Umdatus dalam webinar Medcom.id dan Unusa, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menekankan, Unusa pun memberikan perhatian besar terhadap pengembangan soft skill. Unusa memberikan porsi yang sama antara pengembangan hard skill dan soft skill. Mahasiswa di Unusa tidak hanya akan belajar akademik, melainkan juga non akademik.
 
"Menjadi komitmen Unusa untuk memberikan layanan terbaik supaya mahasiswa Unusa mendapat hard skill yang baik dan soft skill yang kuat," jelasnya.
 
Umdatus menjelaskan sejumlah tahap pembinaan kemahasiswaan di Unusa. Pada semester awal, Unusa membimbing mahasiswa melewati masa transisi dari SMA ke perguruan tinggi. Atribut soft skill yang bisa dicapai contohnya melalui pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat dasar, pengenalan organisasi dan kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama.
 
Baca: Rektor Unusa Beberkan Pentingnya Punya Otoritas Keilmuan
 
Mahasiswa tingkat lanjut, atau semester dua hingga tujuh, diberi treatment untuk mengembangkan potensi di bidang penalaran. Selain itu, mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui program kreativitas mahasiswa. 
 
"Kami menyediakan organisasi kemahasiwaan, unit-unit kegiatan mahasiswa, untuk mengembangkan potensi mereka," ujarnya.
 
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unusa juga tersedia untuk pengembangan minat dan bakat. UKM juga bisa jadi wadah pengembangan berorganisasi dan memperkuat bidang kesejahteraan rakyat.
 
"Concern kami, mengajak mahasiswa belajar berpikir dan memiliki jiwa enterpreneur," ungkapnya.
 
Ia mengimbau mahasiswa yang masuk Unusa untuk aktif di kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Hasil penelusuran terhadap alumni Unusa, kata dia, mereka yang aktif di kegiatan kemahasiswaan semasa kuliah, memiliki masa tunggu kerja yang lebih singkat, yakni 0-3 bulan.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif