Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abu Rokhmad. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abu Rokhmad. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kurikulum Merdeka Tak Bisa Diterima Tanpa Hati yang Senang

Ilham Pratama Putra • 16 Agustus 2022 17:33
Jakarta: Pemerintah terus menggencarkan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan pimpinan satuan pendidikan harus mengenal kurikulum tersebut dengan baik.
 
Abu menyatakan untuk mengenal Kurikulum Merdeka mesti dengan perasaan senang. Dia tak ingin pimpinan satuan pendidikan buru-buru menolak keberadaan Kurikulum Merdeka.
 
"Kita harus senang dulu dengan konsep adanya Kurikulum Merdeka," kata Abu secara daring, Selasa, 16 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Abu menyebut bila sudah ada prasangka buruk bakal sulit untuk mengadaptasi Kurikulum Merdeka. Dia mengimbau pimpinan satuan pendidikan tak menolak Kurikulum Merdeka sebelum mengenalnya.
 
"Karena kalau sudah ada rasa penolakan misalnya, ada rasa mengentengkan gagasan ini atau menganggap tidak penting hal ini, hal ini yang akan ngeblok apa pun yang menyangkut Merdeka Belajar," ujar Abu.
 
Abu menuturkan pemerintah telah memikirkan dengan matang untuk menyelenggarakan Kurikulum Merdeka. Pemerintah memikirkan penerapan Kurikulum Merdeka baik dari sisi filosofis, implementasi, dan target pendidikan.
 
Dia meminta pimpinan satuan pendidikan memahami hal itu. Abu juga mendorong pimpinan satuan pendidikan mempelajari dan mencari tahu hakikat Kurikulum Merdeka.
 
"Saatnya kita terus juga cari informasi terkait kajian Merdeka Belajar, apa hakikat dari Merdeka Belajar, filosofinya, ini perlu kita tahu agar kita memiliki pemahaman yang komplet. Dan nantinya kita akan yakin dengan Kurikulum Merdeka telah untuk dijadikan dengan semangat dalam meraih berbagai ilmu pengetahuan," tutur dia. 
 
Baca juga: Kurikulum Merdeka Disebut Permudah Implementasi Kemitraan Antara SMK dan Dunia Kerja

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif