Dikutip dari laman newsnationnow.com, jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran terendah cenderung memiliki satu kesamaan, yakni bergantung pada pekerjaan yang memerlukan interaksi langsung.
Sebanyak 4 dari 10 program studi dengan tingkat pengangguran terendah berada di bidang pendidikan. Prodi pendidikan khusus memiliki tingkat pengangguran 0,7 persen, terendah di antara semua bidang yang diukur.
Jurusan lain yang berorientasi pada interaksi dengan orang lain, termasuk layanan sosial (1,9 persen) dan keperawatan (2,1 persen) juga mencatat tingkat pengangguran jauh di bawah tingkat pengangguran rata-rata 4,2 persen untuk lulusan perguruan tinggi baru.
Meskipun analisis ini mencerminkan kondisi tahun 2024, hal ini sejalan dengan tren perekrutan terbaru yang terus mengutamakan peran yang berfokus pada interaksi langsung. Sektor kesehatan dan bantuan sosial menyumbang hampir seluruh pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta selama setahun terakhir.
Sebagian dari pertumbuhan tersebut didorong oleh populasi yang menua dengan cepat di Amerika Serikat. Departemen Tenaga Kerja memproyeksi pekerjaan perawat, asisten terapis fisik, dan asisten dokter bakal tumbuh paling cepat dalam dekade mendatang.
Namun, studi Federal Reserve New York menunjukkan adanya trade-off antara keamanan kerja dan gaji. Sebanyak 8 dari 10 jurusan dengan tingkat pengangguran terendah memperoleh gaji di bawah USD58.000, yang merupakan gaji median awal karier bagi lulusan perguruan tinggi baru pada tahun 2024.
Lulusan program pendidikan khusus dengan gelar sarjana memperoleh gaji sekitar USD46.000 pada awal karier mereka. Sementara itu, lulusan program layanan sosial memperoleh USD43.000.
Keperawatan (USD70.000) dan teknologi teknik (USD65.000) merupakan pengecualian. Kedua prodi ini menggabungkan tingkat pengangguran rendah dengan gaji di atas rata-rata.
Bank Federal New York juga memantau "pengangguran terselubung," yaitu persentase lulusan yang bekerja di pekerjaan yang umumnya tidak memerlukan gelar sarjana. Bidang keperawatan juga menonjol di sini, dengan tingkat pengangguran terselubung terendah di antara semua jurusan, yaitu hanya 12,8 persen.
Berbagai jurusan teknik juga memiliki tingkat pengangguran terselubung di bawah 20 persen. Ini menunjukkan kesesuaian yang kuat antara gelar dan pekerjaan.
Bank Federal New York mendefinisikan lulusan perguruan tinggi baru sebagai mereka yang berusia 22 hingga 27 tahun dengan gelar sarjana atau lebih tinggi. Berikut rincian jurusan lulusan perguruan tinggi baru dengan tingkat pengangguran terendah:
Tingkat pengangguran terendah bagi lulusan perguruan tinggi baru berdasarkan jurusan pada tahun 2024 (analisis NY Fed berdasarkan data Biro Sensus)
- Pendidikan Khusus: 0,7%
- Pendidikan Lainnya: 1,1%
- Pendidikan Dasar: 1,2%
- Pertanian: 1,4%
- Bahasa Asing: 1,6%
- Geografi: 1,6%
- Teknologi Teknik: 1,7%
- Layanan Sosial: 1,9%
- Keperawatan: 2,1%
- Pendidikan Menengah: 2,1%
Tingkat pengangguran terselubung terendah bagi lulusan perguruan tinggi baru berdasarkan jurusan pada tahun 2024 (analisis NY Fed berdasarkan data Biro Sensus)
- Keperawatan: 12,8%
- Teknik Dirgantara: 14,7%
- Teknik Sipil: 15,6%
- Teknik Komputer: 15,8%
- Pendidikan Khusus: 16,0%
- Pendidikan Dasar: 16,2%
- Teknik Kimia: 17,9%
- Layanan Konstruksi: 17,9%
- Ilmu Komputer: 19,1%
- Teknik Mesin: 20,1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News