Mahasiswa UNY Novita Dewi dan ibunya saat wisuda. DOK UNY
Mahasiswa UNY Novita Dewi dan ibunya saat wisuda. DOK UNY

Sempat Gagal Masuk UNY, Putri Pedagang Sayur Keliling Lulus dengan IPK 3,84

Renatha Swasty • 03 Maret 2022 20:46
Jakarta: Gagal berkali-kali tak mematahkan semangat Novita Dewi untuk mengenyam pendidikan. Hasilnya, bisa dia rasakan ketika dinyatakan lulus Program Diploma 3 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3,84.
 
Lulusan SMK N 1 Pengasih 2017 itu mengaku tak mudah menyelesaikan studi sejak sekolah hingga kuliah. “Tahun di mana berkali-kali saya harus menerima kegagalan. Setelah lulus SMK motivasi yang sangat luar biasa dari wali kelas saya untuk terus dapat melanjutkan pendidikan menguatkan niat saya untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan,” kata Novita dikutip dari laman uny.ac.id, Kamis, 3 Maret 2022.
 
Warga Josutan Karangsari Pengasih Kulonprogo itu kemudian mendaftar di beberapa kampus negeri di Yogyakarta. Namun, dia gagal salah satunya di Universitas Negeri Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novita memutuskan mendaftar di salah satu kampus swasta di Yogyakarta. Namun, setelah itu banyak hal yang dipertimbangkan salah satunya biaya kuliah di kampus swasta tidak sedikit, mengingat perekonomian keluarga yang bukan dari kalangan berada.
 
Novita adalah anak ketiga dari seorang pedagang sayur keliling, Puji Suesti. Puji telah berpisah dengan suaminya, Suparno, sejak Novita berumur 4 tahun. Novita dituntut keadaan untuk selalu menjadi manusia mandiri.
 
Gadis kelahiran 15 Desember 1998 tersebut berkisah, perjuangan ibunya tidak mudah. Namun, berhasil membesarkan ketiga anaknya dan membiayai hingga lulus SMK.
 
Kedua kakaknya memutuskan untuk bekerja setelah lulus SMK. Namun, sang ibu sangat ingin sekali salah satu putrinya dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
 
"Dan mungkin tinggal saya yang dapat mewujudkan impian ibu tersebut. Namun, saya menyadari tidak akan baik jika berlarut-larut dalam kekecewaan,” kata dia.
 
Novita kemudian mencoba bekerja di salah satu perusahaan. Namun, karena bukan passion-nya, dia memutuskan keluar setelah beberapa hari bekerja.
 
Novita kembali menekuni usaha yang telah dirintisnya sejak masih sekolah di SMK, yaitu custom illustration hingga hampers bernama GALLERYSILUET. Hasil dari usaha ini ternyata lebih dari cukup untuk menopang biaya hidup dan saat berlebih diberikan kepada sang ibu.
 
Mulai saat itu usaha mulai berkembang sedikit demi sedikit dan akhirnya bisa digunakan untuk biaya kuliah, kebutuhan pribadi, dan sedikit untuk orang tuanya. Novita mencoba peruntungannya kembali untuk kuliah pada 2018 di UNY.
 
“Saya tidak berharap banyak karena sangat takut kecewa jika ternyata gagal kembali, bahkan saya tidak memberi tahu siapa pun bahwa saya mendaftar kuliah pada tahun ini” kata Novita.
 
Akhirnya, Novita diterima di Prodi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi UNY melalui jalur seleksi mandiri. Dia sangat senang akhirnya salah satu mimpi ibunya dapat segera terwujud dan ini merupakan awal dari perjuangannya di UNY.
 
Novita menikmati masa-masa perkuliahan yang ternyata tidak mudah membagi waktu antara belajar dan menjalankan usaha. Dia memutar otak agar usaha dapat terus dijalankan untuk biaya kuliah semester, namun juga tidak mengabaikan akademik supaya mendapatkan hasil yang baik.
 
Novita terkadang merasa sangat lelah fisik dan psikis. Dia ingin seperti teman-teman yang masih memiliki banyak waktu dan tidak pusing memikirkan biaya kuliah.
 
Namun, lagi-lagi Novita menyadari harus bersyukur sudah ditakdirkan menjadi pejuang di atas rata-rata yang mungkin akan menjadi pengalaman luar biasa, di mana tidak semua orang bisa merasakannya. Terwujudlah mimpi sederhana Puji Suesti, melihat salah satu putrinya memakai toga.
 
“Saya sangat berterima kasih kepada diri saya sendiri yang selalu kuat sehingga dapat menyelesaikan 7 semester ini tanpa merepotkan ibu sama sekali, baik untuk uang pangkal, UKT, ataupun biaya hidup saya sehari-hari. Namun support ibu dan semua keluarga ketika berkali-kali saya terjatuh sangat tidak ternilai harganya” tutur Novita.
 
Baca: Nyaris DO karena Verbal Bullying, Kini Rizki Jadi Wisudawan Terbaik UNY
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif