Siswi MTs Negeri 2 Kota Kediri, Safina Amelia Khanza pemenang LKIR yang dikirim ke Amerika Serikat, Kemenag/Humas.
Siswi MTs Negeri 2 Kota Kediri, Safina Amelia Khanza pemenang LKIR yang dikirim ke Amerika Serikat, Kemenag/Humas.

Gara-gara Daun Sengon Siswa Kediri Ini Terbang ke Amerika

Pendidikan Prestasi Pelajar Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 23 Mei 2019 07:07
Jakarta:Siswi MTs Negeri 2 Kota Kediri, Safina Amelia Khanza berhasil memenangkan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebagai hadiahnya, ia diberi kesempatan untuk ikut program Broadcom Master International Program di Phoenix Arizona, Amerika Serikat.
 
Safina memanfaatkan daun sengon dan daun cabai dalam penelitiannya tersebut. Ia sedari kecil sudah terbiasa melihat nenek dan kakeknya memanfaatkan kedua daun ini untuk mempercepat pematangan buah pisang.
 
“Mereka menggunakan daun sengon dan daun cabai sebagai karbit untuk mempercepat pematangan buah pisang,” kata Safina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Safina mengaku hal tersebut yang membuatnya tertarik untuk melakukan penelitian. Karena keduanya sudah sangat sering ditemui manfaatnya. “Nah dari situ saya cari informasi dari berbagai jurnal. Dan ternyata belum ada yang melakukan penelitian itu. Lalu saya mencoba melakukan penelitian terhadap ini secara ilmiah,” ujar Safina.
 
Baca:Siswa Madrasah di Kendari Lolos Beasiswa ke Rusia
 
Safina merupakan salah satu finalis dari 14 finalis lomba LKIR ke-50 yang diselenggrakan LIPI. Ia menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari kategori MTs/SMP atau sederajat.
 
Siswi yang sangat tertarik pada dunia penelirian ini selama satu minggu mengikuti program penelitian di USA, yakni mulai dari tanggal 12 hingga 19 Mei 2019. “Dulu saya bercita-cita menjadi polisi. Tapi setelah saya mengenal dunia sains di Amerika saya kepingin jadi saintis saja di sana. Mengembangkan penelitian di sana dan pokoknya saya harus ke luar negeri kalau kuliah,” terangnya.
 
Selama di Amerika, ia mengatakan sangat banyak mendapatkan pengalaman dengan berkumpul bersama 27 orang delegasi dari 18 negara. “Kami bersama-sama mengunjungi Arizona State University, salah satu universitas sains terbaik di Amerika. Di sana ada pengenalan solar system, pengenalan robot-robot dan lainnya,” papar Safina.
 
Tak hanya itu, ia juga berkunjung ke Botanical Garden untuk mempelajari bermacam ragam hayati. Salah satunya kaktus tertua di seluruh dunia. “Terus kita juga ke museum-museum untuk mempelajari kultur Amerika. Mulai dari pakaian, rumah sampai adat istiadat. Kita juga ke Museum Instrumen Music (MIM). Di dalamnya dapat ditemukan alat musik dari seluruh dunia. Termasuk dari Indonesia,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif