Kepala BRIN Arif Satria dan kedua orang tuanya dalam Tasyukuran Pernikahan ke-57 Tahun. DOK IG @arifsatria10
Kepala BRIN Arif Satria dan kedua orang tuanya dalam Tasyukuran Pernikahan ke-57 Tahun. DOK IG @arifsatria10

Kunci Sukses Kepala BRIN Arif Satria: Dibentuk dari Kejujuran dan Tradisi Toko Buku Hari Jumat

Renatha Swasty • 15 Juli 2026 20:03
Ringkasnya gini..
  • Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa kesuksesannya saat ini tidak lepas dari didikan, karakter, dan dukungan penuh kedua orang tuanya.
  • Sejak kecil, Arif dibentuk dengan nilai kejujuran, kedisiplinan, sikap demokratis, serta kebiasaan membaca buku di tengah keterbatasan.
  • Pesan menyentuh disampaikan Arif pada tasyukuran pernikahan ke-57 orang tuanya, seraya mendoakan kesehatan dan kebahagiaan mereka.
Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengungkapkan pencapaiannya hingga hari ini berkat dukungan kedua orang tuanya. Pribadinya dibentuk dari berbagai pelajaran yang diberikan sejak kecil. 
 
"Ada banyak pelajaran dari keluarga dari pernikahan Bapak dan Ibu saya," beber Arif dalam Tasyukuran Pernikahan ke-57 orang tuanya dalam akun Instagram @arifsatria10 dikutip Rabu, 15 Juli 2026. 
 
Arif menuturkan orang tuanya mengajarkan pembangunan karakter, mulai dari kejujuran dan kedisiplinan. Orang tuanya juga mengajarkan kebiasaan untuk demokratis dalam banyak hal dari kecil. 

Tak cuma itu, di tengah keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tetap mengutamakan pendidikan. Arif dibiasakan membaca buku.
 
"Setiap hari Jumat, Bapak saya selalu ngajak saya ke toko buku," kenang mantan Rektor IPB University itu. 
 
 
Kunci Sukses Kepala BRIN Arif Satria: Dibentuk dari Kejujuran dan Tradisi Toko Buku Hari Jumat
Tasyukuran Pernikahan ke-57 Tahun Orang Tua Arif Satria. DOK IG @arifsatria10
 
Arif mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah mendidik dia dan saudara-saudaranya. Dia mengatakan orang yang paling ikhlas melihatnya bahagia, paling ikhlas melihatnya sukses adalah orang tua.
 
Dia mengatakan usia pernikahan ke-57 tahun bukanlah usia yang pendek, di dalamnya ada ribuan kenangan yang dijalani bersama, serta cinta yang tumbuh dalam setiap cerita.
 
"Terima kasih telah mengajarkan pernikahan bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan tentang dua orang yang terus memilih untuk tetap bersama," tulis Arif. 
 
Dia berharap cinta yang telah tumbuh dan bertahan selama ini tetap menjadi rumah yang hangat bagi anak, cucu, dan seluruh keluarga. Arif juga berdoa Allah senantiasa memberikan kesehatan, ketenangan hati, umur yang penuh manfaat, dan kebahagiaan dalam setiap hari yang masih dianugerahkan kepada kedua orang tuanya. 
 
"Saya mendoakan semoga bapak dan ibu selalu sehat dan selalu penuh berkah," harap Arif. 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan