Kompetisi sains level global yang mempertemukan jawara kimia dari 90 lebih negara ini diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan, mulai tanggal 10 hingga 19 Juli 2026.
Keempat pelajar hebat yang mewakili Indonesia di IChO 2026 adalah Renault Tjandera (SMAS Santa Laurensia, Kota Tangerang Selatan), Muhammad Arya Razan (MAN Insan Cendekia Serpong), Ahmad Kautsar Al Ramadhani (MAN 2 Kota Malang), dan Aloysius Gonzaga Duta Setyawan (SMA Kesatuan Bangsa, D.I. Yogyakarta).
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa partisipasi di IChO menjadi bukti nyata komitmen Kemendikdasmen dalam mencetak talenta sains masa depan secara berkelanjutan.
“Para murid sebelumnya merupakan pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan menengah yang diseleksi dan dibina secara intensif. Hal ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam menumbuhkan talenta unggul Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Irene dikutip dari laman Puspresnas, Sabtu, 11 Juli 2026.
“Kami berharap para delegasi dapat memberikan yang terbaik dan menjadi duta bangsa yang membanggakan," tambah Irene.
Selama di Uzbekistan, perjuangan Tim Indonesia tidak lepas dari kawalan ketat Tim Pembina IChO dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim pakar ini diisi oleh Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Irma Mulyani.
“Dari perjalanan pembinaan keempat murid adalah yang paling potensial. Baik secara teori dan praktikum para murid sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Semoga dapat membawa pulang prestasi yang membanggakan untuk Indonesia, mohon doanya,” jelas Deana Wahyuningrum selaku Koordinator Pembina IChO 2026.
Pesan Menyala dari Sang Delegasi
Ada cerita menarik di balik lolosnya keempat siswa ini. Bagi Renault Tjandera, terbang membawa nama negara bukan hal baru. Pada 2023, ia pernah menyabet medali perak di ajang International Junior Science Olympiad (IJSO).“Saat duduk di bangku SMP saya mengikuti IJSO. Kali ini saya berhasil mendapatkan kesempatan kembali untuk mewakili Indonesia di ajang IChO. Terima kasih Kemendikdasmen dan Puspresnas semoga saya dapat membawa pulang medali,” ungkap Renault.
Semangat yang tak kalah berapi-api juga datang dari Aloysius Gonzaga Duta Setyawan. Selain merasa terhormat bisa berseragam Tim Indonesia, siswa asal D.I. Yogyakarta ini menitipkan pesan powerful untuk seluruh pelajar di Tanah Air yang sedang mengejar mimpi.
“Saya sangat bangga akhirnya dapat menjadi wakil Indonesia di ajang IChO. Semoga meraih hasil yang maksimal bersama teman-teman lainnya,” tuturnya.
“Bila tidak menang pintar, menanglah lebih rajin, dan menanglah dalam doa,” imbuh Aloysius.
Saat ini, Tim Indonesia telah mendarat di Uzbekistan dan siap melakoni laga intelektual di ajang IChO 2026. Mari kita doakan agar para delegasi mampu menyabet medali dan membawa pulang kebanggaan untuk Indonesia, Sobat Medcom!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda