ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Begini Cara Sekolah Swasta Bertahan Saat Pandemi

Pendidikan Virus Korona sekolah
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Juni 2020 08:08
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) turut memukul eksistensi sekolah-sekolah swasta. Belakangan sekolah swasta mulai mengeluhkan kesulitan pembiayaan operasional sekolah, akibat banyak orang tua siswa yang menunggak SPP akibat perekonomiannya terdampak pandemi.
 
Alhasil, kepala sekolah harus memutar otak, karena tak bisa hanya bergantung dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberi Pemerintah. Kepala sekolah akhirnya mencari sumber pemasukan lain agar proses pembelajaran tetap bisa berlangsung.
 
Salah satunya seperti yang dilakukan Kepala Sekolah SMP Islam Cendikia, Cianjur, Dera Nugraha. Dera menjelaskan, bahwa ada beberapa upaya yang ia lakukan untuk mengatasi tantangan finasial untuk menjaga agar pembelajaran tetap berlangsung secara daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Wapres Izinkan Sekolah Berbasis Asrama di Zona Hijau Dibuka
 
Dera mengungkapkan, pertama yang ia lakukan adalah merevisi rencana kerja dan anggaran sekolah. Sehingga kebutuhan yang tidak benar-benar mendesak akan dihapus dari anggaran.
 
“Pertama merevisi rencana kerja sekolah dan anggarannya, jadi yang tidak mendesak kita hapus. Ya seperti pintu goyang, pinggirkan dulu,” terangnya dalam Webinar “Tantangan Finansial Sekolah Swasta Berbiaya Rendah Selama Pandemi, Rabu, 10 Juni 2020.
 
Kemudian, sekolah juga memanfaatkan aset yang dimiliki sekolah. Seperti hidroponik, kemudian hasil panennya dialirkan ke kas dan menjadi pemasukan untuk sekolah.
 
“Secara keuntungan enggak seberapa, ratusan ribulah untuk satu kali periode panen. Tapi di masa seperti ini berapapun sangat berharga untuk sekolah, ini juga nyambung dengan pembelajaran di Kami,“ ujarnya.
 
Baca juga:Bandung Masih Kaji Afirmasi PPDB untuk Anak Tenaga Kesehatan
 
Selain itu, sekolah juga memberdayakan guru untuk membuat publikasi hasil belajar, baik dari guru maupun siswa. “Siswa yang membuat cerpen (cerita pendek) misalnya, kalau sudah dikumpulkan biasanya selesai, tetapi di Kami itu dikumpulkan diedit, kami publikasikan kerja sama dengan beberapa penerbit,” ucapnya.
 
Lebih lanjut ia juga memberi masukan kepada kepala sekolah lain dari pengalaman yang selama ini pihaknya lakukan, yakni melakukan pendekatan dengan mitra-mitra sekolah. Menurutnya ini sangat membantu, dan terbukti pihaknya mendapatkan bantuan sejumlah laptop untuk menyokong pembelajaran daring.
 
“Ramadan kemarin mendapatkan donasi dari salah satu mitra kami, kami mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta jadi ada beberapa laptop, itu membantu perkuat layanan online, kita cari sumber tambahan,” ungkapnya.
 

(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif