Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Jalan Chairil Anwar Mengenal Dunia Sastra

Ilham Pratama Putra • 01 Januari 2022 09:02

Selama rentang waktu enam setengah tahun dari 1942 sampai 1949. Chairil Anwar tercatat telah menghasilkan karya yang jumlahnya sekitar 90-an.
 
Soal pendidikan Chairil yang hidup pada masa penjajahan Belanda, bersekolah di tempat yang menggunakan bahasa asing. Pendidikan sekolah dasar Chairil Anwar ditempuh di Hollands-Inlandsche School (HIS), Medan.
 
Untuk tingkat SMP  Chairil Anwar bersekolah di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Pendidikannya di MULO Medan tidak tamat, Chairil hanya sampai kelas satu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat Chairil pindah ke Jakarta, ia melanjutkan sekolahnya di MULO Jakarta. Di Jakarta, ia hanya melanjutkan pendidikannya sampai kelas dua. Setelah itu, Chairil belajar secara mandiri atau autodidak.
 
Chairil sudah membaca buku-buku HBS (Hogere Burger-School) atau setara SMA, walaupun ia masih mengenyam pendidikan di MULO. Chairil gemar mempelajari berbagai bahasa, ia belajar bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman.
 
Dari hasil mempelajari bahasa-bahasa itu, ia dapat membaca dan mempelajari karya sastra dunia yang ditulis dalam bahasa asing maupun menerjemahkan beberapa sajak dari luar negeri. Diantaranya  menerjemahkan sajak R.M. Rilke (Jerman), H. Marsman (Belanda), E. du Perron (Belanda), dan J. Slauerhoff (Belanda), Nietzsche (Jerman), John Cornford (Inggris), Hsu Chih Mo (Cina), Conrad Aiken (Amerika), dan W.H. Auden (Amerika).
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif